Berita Bethel
Penulis: Pdm. Yudika Ziliwu, S.Th (22/05/2016)

Aku Menemukan Engkau Di Dalam Mereka


Matius 25:37, 38,40 "......Bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing.........sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”



Selama ini banyak umat Tuhan berpikir bahwa ketemu Tuhan itu hanya ada di dalam tempat ibadah, doa, Alkitab, pelayanan di gereja, di persekutuan dan sejenisnya. Oleh sebab itu semua umat Tuhan hanya berpikir untuk pergi ke gereja atau ke tempat persekutuan lalu bernyanyi dan mendengarkan khotbah.



Mereka juga berpikir bahwa dengan memberi persembahan yang dimasukkan dalam kantong persembahan dapat mendekatkannya kepada Tuhan serta mendukung program gereja adalah sebuah tindakan yang sangat rohani. Dan masih sangat banyak lagi pemikiran-pemikiran yang idealis berkaitan hubungan pribadi dengan Tuhan ser ta bukti pengabdian kepada Tuhan.



Jangan-jangan salah satu di antara sekian banyak orang yang berpikir demikian, kita termasuk di antaranya. Memang tidak salah berpikir dan melakukan seperti itu, itu memang harus kita lakukan. Namun tidak berhenti hanya sampai di situ saja. Masih banyak bagian-bagian lain yang harus kita lakukan untuk menyenangkan Kristus.



Kita dapat mewujudkan kasih kepada Tuhan melalui perbuatan nyata kepada saudara-saudara yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian Tuhan. Tuhan Yesus mau kita menjadi perpanjangan tangan-Nya kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan, perhatian kepada mereka yang membutuhkan perhatian.



Yesus berkata: “... Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku".



Bila membaca ayat-ayat tersebut, kita menemukan sebuah kebenaran bahwa Tuhan Yesus mengumpamakan diri-Nya seperti salah satu dari orang-orang susah, orang-orang terpinggirkan, yaitu orang-orang yang tersisihkan dari masyarakat. Yesus berkata, apa yang kita lakukan kepada orang-orang susah itu, sama dengan kita melakukan untuk DIA.



Jika demikian, sudahlah seharusnya dan inilah waktunya kita mulai memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.Selain melakukan dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani di lingkungan gereja, melayani Tuhan dapat juga kita wujudkan melalui sikap melayani sesama.



Melayani sesama dengan cara memberi perhatian dan membantu mereka. Yesus berkata “Ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan, Ketika Aku haus kamu memberi Aku minum, ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian dan seterusnya.” Ini tindakan nyata.



Kita tidak cukup hanya berdoa agar mereka ditolong oleh Tuhan. Sekarang Tuhan mau menolong mereka melalui kita. Apakah Saudara siap dipakai oleh Tuhan?. Tentu saja kita mulai dari saudara-saudara kita seiman, lalu meluas ke semua orang. Bagaimana kita dapat mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jika saudara yang kelihatan tidak dapat kita kasihi?.



Dapatkah kita melihat Kristus di dalam mereka yang menderita, papa [terlantar] dan terpinggirkan? Mari wujudkan kasih dalam perbuatan. Penuhi Negeri Dengan Kasih.[Sumber : R.A.B-Pdm. Yudika Ziliwu, S.Th/Foto: Ilustrasi].



Dapatkah kita melihat Kristus di dalam diri orang-orang lemah dan papa [sebatang kara] ?