Berita Bethel
Penulis: Pdp. Ayub Sahrul Efendi (28/05/2016)

Menjaga Hati


Amsal 4:20-27 "........Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.......". Menjadi garam dan terang dalam pemikiran kita diawali dengan menjaga hati.



Pemikiran kita dapat tercemar dan menjadi najis di hadapan Allah karena  memiliki segala pikiran jahat, seperti: pembunuhan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat (Mat. 15:19; Mark. 7:21) yang bersumber dari hati yang tidak bersih.



Hal-hal tersebut dapat terjadi bila seseorang tidak mau menjaga hatinya. Amsal 4:23 berkata: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Jadi, setiap kita perlu menjaga hati supaya tidak timbul kehidupan dan pikiran yang bertentangan dengan Firman-Nya.



Lalai dalam menjaga hati akan mengakibatkan kita menyimpang dari jalan yang aman dan terjebak dalam jerat pembinasaan (bnd. Ams. 7:24-27).



Apa yang perlu kita ketahui tentang hati kita ?. Pertama, hati manusia adalah pusat pengendalian sikap dan darinyalah keluar instruksi yang biasanya kita jalani dengan patuh. Hati adalah saripati manusia, hati mencerminkan siapa kita sesungguhnya.



Hati tidak berbohong, namun hati dapat memerintahkan kita untuk berbohong. Hati tidak bisa membunuh, tetapi hati sanggup menyuruh tangan untuk membunuh. Hati adalah perangkat lunak dalam komputer otak manusia yang dapat memprogramkan kita berbuat seturut kehendaknya.



Betapa berkuasanya hati! Itu sebabnya firman Tuhan mengingatkan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan” (Ams. 4:23).



Kedua, hati adalah sumber “mata air”, bila sumbernya kotor, maka kotorlah airnya, namun bila sumbernya bersih, maka bersihlah airnya. Rupanya hati tidak dengan sendirinya bersih, kita harus menjaganya dengan seksama. Kita harus selalu melindunginya agar tidak tercemari.



Bill Bright (alm.), pendiri Campus Crusade for Christ, menawarkan resep untuk menjaga kebersihan hati yaitu dengan cara “bernapas” secara rohani. Jika kita mendukakan Roh Kudus, akuilah dosa; dengan kata lain, “hembuskan napas.” Setelah itu, dengan iman, “tariklah napas”, terimalah kuasa Roh Kudus kembali. Hanya Roh Kuduslah yang dapat menolong kita menjaga hati agar tetap bersih.



Karena pemikiran kita dipengaruhi dari hati kita, maka kita perlu menjaga hati supaya garam dan terang kita sebagai anak-anak Allah dapat kita tampilkan dalam pemikiran dan tindakan kita. (Bahan bacaan: Amsal 4:23; Matius 15:18-19; Markus 7:21; Lukas 6:45). [Sumber : R.A.B-Pdp. Ayub Sahrul Efendi, M.Pd.K./Foto : Ilustrasi.



Menjaga kehidupan bersih adalah dengan cara menjaga hati