Berita Bethel
Penulis: Pram (07/06/2016)

Pentingnya Pelayanan Keluarga di Gereja


Bagi Tuhan, keluarga itu mempunyai kedudukan yang penting bagi-Nya. Hal itu ditegaskan Ps. Matthew Ling (Malaysia) ketika menjadi pembicara di sesi pertama Konferensi Pelayanan Keluarga di GBI Starway From Heaven, Bandung (7/6). Acara mulai hari ini, 7 Juni 2016 sampai 8 Juni 2016. Gereja lokal ini digembalakan Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham.



Dasar Ps. Matthew menyatakan hal itu yaitu dari nats Kejadian 1:27-28. Tujuan pelayanan keluarga, imbuhnya yaitu guna refleksikan faktor keluarga di dalam gereja dan bagaimana gereja bisa menstransformasikan keluarga pada abad 21. "Apa yang terjadi di rumah mempengaruhi gereja dan apa yang terjadi di gereja mempengaruhi hidup kita," ujarnya.



Empat alasan pentingnya keluarga yaitu : Pertama, bagian penting dari rencana Allah untuk membangun Kerajaan-Nya. Kedua, struktur pemuridan Tuhan di gereja-Nya terdiri dari pemuridan dalam keluarga. Aplikasinya melalui membaca Firman Tuhan, doa, pujian dan penyembahan, membangun karakter seperti Kristus, dan hidup bermasyarakat.



Ketiga, kita kehilangan vitalitas rohani dari gereja yang seharusnya diwujudkan dengan pertumbuhan rohani dari keluarga-keluarga yang terlibat dalam pelayanan keluarga. Keluarga dan rumah sebagai lokasi persemaian iman (Ulangan 6:1-9, Ulangan 11: 18-20 dan Efesus 5:21- Efesus 6:4).



Nats-nats yang berkaitan dengan keluarga, di tuliskan pada Efesus 5:22 dan 25 (pernikahan yang kuat), pengasuhan anak (Efesus 6:1, 2, 4), seksualitas manusia (Efesus 5:31). Hal itu termasuk pembentukan iman, kepemimpinan keluarga dan bagaimana merawat orang tua dalam kondisi usia lanjut. Keempat, keluarga membutuhkan dukungan gereja dalam menghadapi berbagai tantangan dan serangan-serangan (rohaniah,Red).



Sesi kedua, Ps. Matthew menjabarkan tentang "Gereja Sahabat Keluarga". Gereja melengkapi dan membangun keluarga yang sehat yaitu pembentukan iman, pernikahan, pengasuhan anak, seksualitas manusia, pengelolaan sumber daya keluarga, masa lanjut usia dan keluarga non inti di sepanjang tahap kehidupan manusia.



Ia juga membahas pergeseran paradigma baru yaitu Pertama, berpusat pada gereja atau keluarga. Kedua, kerja-sama antara gereja dan keluarga. Ketiga, pelayanan keluarga yang holistik. Keempat, proses transformasi yang terdiri dari pelayanan keluarga holistik, proses pengembangan pelayanan keluarga, membangun kapasita gereja untuk pelayanan keluarga.