Berita Bethel
Penulis: Pram (05/08/2016)

Bappenas Dorong Dana Hasil Tax Amnesty untuk Proyek Infrastruktur


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong dana hasil kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty digunakan untuk sektor riil seperti pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Dana besar yang berasal dari pajak hasil repatriasi mampu menggenjot pembangunan nasional secara merata.



Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengungkapkan, dana hasil dari tax amnesty utamanya akan masuk ke berbagai instrumen fiskal seperti utang pemerintah, utang swasta, perusahaan saham hingga perbankan. Kondisi tersebut membuat Bappenas menawarkan sejumlah proyek-proyek besar infrastruktur untuk mendapat dana tambahan agar pembangunan berjalan maksimal.



"Kita akan menawarkan sejumlah proyek-proyek infrastruktur baik brown field maupun green field yang akan ditawarkan. Hari Jumat depan akan rapat kabinet untuk menentukan sekian banyak proyek PPP (private public partnership/kerja sama pemerintah-swasta) yang akan kita tawarkan," ujar Sofyan usai Halal Bihalal di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2016).



Proyek infrastruktur bersifat PPP dianggapnya menguntungkan bagi pemerintah. Sebab, pemerintah tak perlu mengeluarkan anggaran banyak untuk mendorong pertumbuhan melalui pembangunan infrastruktur.



"Jadi PPP ini kita harapkan uang yang masuk ke dalam proyek swasta ini atau proyek PPP. Proyek PPP ini misalnya bandara, (penyediaan) air (bersih), air minum, air untuk energi, listrik, jalan tol, dan lain-lain," paparnya.



Meskipun demikian, Sofyan tidak menyebut secara pasti besaran presentase dana hasil tax amnesty yang akan digunakan untuk proyek infrastruktur bersifat PPP. Namun demikian, pihaknya mendorong penuh dana-dana tersebut digunakan untuk proyek pembangunan infrastruktur dengan skema PPP.



"Kami sedang siapkan nanti rencana Jumat ada rapat kabinet supaya semua menteri komitmen begitu mengatakan proyek ini PPP. Ayo kita kerjakan supaya kesempatan uang yang masuk itu akan kita gunakan untuk membangun infrastruktur di Indonesia," pungkas Sofyan.[Sumber : www.metrotvnews.com].