Berita Bethel
Penulis: Pram (27/07/2016)

Heboh, Pokemon Go


Permainan dulu dengan kini beda, berkat kesediaan kemajuan dan kemudahan mengakses aplikasi berbasis teknologi. Salah satunya ialah munculnya booming permainan Pokemon Go. Booming ini kini tengah melanda anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa.



Peminat hanya cukup mengunduh aplikasi Pokemon di perangkat smartphone berbasis android yang dikenal dengan istilah APK (Android Application Package). Pemain game bisa berburu karakter virtual dengan nama-nama seperti Rattata, Bulbasaur, dan Spearow.



Usai mengunduh aplikasi itu, ditambah dengan menghidupkan lokasi (location) maka seseorang bisa memainkan Pokemon. Mereka bisa mendatangi taman, kawasan Senayan, Monas, dan lain-lain guna mengadunya di lokasi yang dijuluki "Gym".



Bahkan ketika Redaksi sedang mengantri segelas kopi di gerai kopi terkemuka di Jakarta, nampak seseorang pembeli wanita asyik berburu Pokemon yang sedang berada di depannya melalui layar smartphone, sehingga lupa kalau ia musti maju ke antrian di depannya.



Dikutip dari Koran Sindo, Pokemon Go dirilis oleh Niantic, dengan publisher Pokemon Company. Lokasi rilis yaitu Australia, USA dan Selandia Baru (6 Juli 2016). Jerman (13 Juli 2016), 26 negara Eropa (16 Juli 2016). Genre yaitu augmented reality, mode permainan bisa perorangan dan bersama (kelompok).



Sekitar 1.3 juta warga Belanda memainkan Pokemon ini pada tanggal 15 Juli 2016. Sementara itu, saham Nitendo melonjak 86% meski hanya memiliki 33% saham Pokemon Company, nilai saham Nitendo naik hingga USD 15 miliar.



Kelebihan-kelebihan Pokemon antara lain pemain dapat menangkap, berperang, melatih makhluk virtual Pokemon. Pokemon tampil di layar perangkat pengguna seperti di dunia nyata (berhadapan langsung di depan mata). Menggunakan GPS (location) dan kamera smartphone dan gratis (meski ada pembelian yang dilakukan).



Bisnis yang lokasinya berdekatan dengan PokeStops (lokasi dimana Pokemon muncul) turut diuntungkandari banyaknya gamer (pemain) yang hadir. Dilengkapi perangkat bluetooh dan bisa memberikan informasi gamer ketika ada Pokemon berada di dekatnya.



Meskipun demikan, ada kontroversi yang perlu dicermati yaitu bisa mengakibatkan kecelakaan saat digunakan sembari berkendara motor atau mobil. Menciptakan gangguan publik. Membuka informasi data atau ruang yang bersifat rahasia. Menghilangkan kesadaran realita.



Mengurangi produktifitas kerja. Dilaporkan juga, beberapa server di Australia mengalami masalah di Sydney, Melbourne, dan Brisbane, tak lama saat peluncuran Pokemon Go.



Redaksi mencermati di beberapa media online dan cetak, gara-gara main Pokemon seorang warga di Bangka kecebur laut di dermaga dekat rumahnya karena asyik mengejar Pokemon. Seorang pemuda yang keluar mau mencari nasi uduk dari rumahnya malahan nyasar kemana-mana selama 3-4 jam an hanya sekedar ngejar Pokemon.