Berita Bethel
Penulis: Pram (03/08/2016)

Peluncuran Rudal Rodong Korea Utara


Kembali luncurkan rudal balistik, Jepang dan Korsel mengecam Korut. Korea Utara kembali menggelar uji coba peluru kendali balistik yang diarahkan ke Laut Jepang. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengecam langkah itu.



"Peluncuran itu ancaman serius bagi keamanan negara kami," kata Abe seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (3/8). "Tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi."



Rudal itu jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang, setelah meluncur sejauh 997 kilometer. Rudal balistik tersebut jenis Rodong, memiliki daya jelajah menengah serta bisa mengangkut hulu ledak nuklir.



Menteri Pertahanan Jepang, Gen Nakatani, menyatakan ini pertama kalinya rudal Korut nyaris menjangkau daratan Jepang sejak insiden serupa pada 1998. "Rudal tersebut jatuh 250 kilometer dari pesisir pantai Jepang," ujarnya.



Pyongyang belum berkomentar mengenai uji coba ini. Korut dalam dua bulan ini sudah menembakkan rudal jenis balistik. Insiden sebelumnya terjadi pada 19 Juli lalu. Rudal paling hebat milik Korut adalah jenis Taepodong 2, bisa melintasi benua. Kim Jong-un, sang pemimpin Korut, mengklaim rudal mereka bisa menjangkau pesisir barat Amerika Serikat.



Seperti Jepang, Korea Selatan mengecam keras uji coba senjata pemusnah massal yang dilakukan tetangganya. "Korea Utara secara terang-terangan menunjukkan ambisi provokatifnya memamerkan senjata yang bisa menjangkau negara-negara tetanggany," tulis Kementerian Pertahanan Korsel.



Korut berulang kali melakukan uji coba senjata pemusnah massal tahun ini setelah dijatuhi sanksi tambahan oleh PBB. Ekonomi negara totalitarian itu terpukul, karena kapal dagang diperiksa sebelum masuk ke wilayah mereka.



Rekening bank luar negeri para petinggi partai di Korut turut dibekukan. Sanksi dijatuhkan karena mereka menggelar uji coba bom hidrogen, setingkat di atas bom atom, awal tahun ini.[Sumber : www.merdeka.com/Foto : Istimewa].