Berita Bethel
Penulis: Pram (08/09/2016)

Dokter: Tak Bisa Asal, Obati Jerawat Harus Sesuai Penyebabnya


Untuk mengatasi jerawat, kebanyakan orang hanya bergantung pada penggunaan sabun cuci muka saja. Padahal menurut dokter diperlukan pemeriksaan untuk diketahui apa penyebabnya.Dengan begitu, tindakan perawatan dan pengobatan bisa diberikan sesuai kondisi kulit pasien dan tak sembarangan.



Demikian disampaikan oleh dr Suksmagita Pratidina, SpKK atau dr Gita dari RS Pondok Indah, dalam Diskusi Media Bayer: Kenali Jerawat Hiperandrogen dan Dampaknya Bagi Perempuan, yang diadakan di The Hermitage, Menteng, Jakarta, Rabu (31/8/2016).



"Dengan pengobatan yang tepat, jerawat bisa cepat sembuh. Tidak bisa itu, misalnya hanya dengan rajin cuci muka atau menghindari penggunaan kosmetik saja. Harus teliti pilih-pilih pengobatan jerawat," ujar dr Gita.Prinsip utama mengobati jerawat menurut dr Gita adalah mengeliminasi penyebabnya. Salah satunya misalnya kelebihan produksi minyak di kulit.



Jerawat dibagi menjadi tiga, kelompok ringan, sedang dan berat. Untuk kategori jerawat ringan, biasanya obat yang diberikan adalah obat lini depan dan hanya berupa obat oles.



"Kalau tidak berpengaruh, dokter akan memilih obat lini kedua. Kalau gagal juga baru dipilih obat lini ketiga. Tiap kelompok jerawat selalu ada pilihan pengobatannya," imbuh dokter yang juga praktik di Erha Clinic tersebut.



Bukan tak mungkin jerawat terkadang juga harus diobati dengan antibiotik. Antibiotik yang diberikan juga disesuaikan jenisnya karena spektrum kumannya berbeda-beda.



"Kalau tidak bisa juga, kita eliminasi penyebab dari dasarnya, yaitu produksi minyaknya dikurangi. Mengobati jerawat itu harus bertahap karena kondisi kukit orang berbeda-beda, tidak bisa langsung sembuh begitu saja," papar dr Gita.[Sumber : health.detik.com/Foto : Istimewa].