Berita Bethel
Penulis: Pram (20/09/2016)

Tersangka Pembom New York Dirawat di RS


Para penyelidik dilaporkan melihat wajah tersangka dalam video pemantauan di kawasan Chelsea, di kota New York, tempat terjadi ledakan bom yang pertama.Tersangka pemboman Sabtu malam (17/9) di kota New York yang melukai 29 orang sedang dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya dalam tembak menembak dengan polisi.



Pihak kejaksaan telah mengeluarkan surat tuduhan pembunuhan atas AKR 28 tahun, karena terlibat tembak-menembak yang melukai dua orang polisi.AKR ditangkap di Linden, New Jersey, tidak jauh dari Manhattan, hanya beberapa jam setelah polisi mengedarkan surat perintah penangkapan yang memuat foto AKR.



Seorang pemilik bar di Linden melapor kepada polisi hari Senin pagi karena ada orang yang tidur di depan pintu restorannya. Polisi mengenali orang itu sebagai AKR, yang katanya melepaskan tembakan yang melukai dua orang polisi, sebelum ia sendiri ditembak polisi.



Tidak seorang pun dari ketiga orang itu menderita luka-luka yang membahayakan nyawa, kata polisi.Dinas Penyidikan Federal atau FBI tidak mengatakan bagaimana mereka tahu bahwa AKR dicurigai sebagai pembom di kota New York itu, tapi para penyelidik dilaporkan melihat wajahnya dalam video pemantauan di kawasan Chelsea, di kota New York, tempat terjadi ledakan bom yang pertama, dan dekat sebuah tempat lain beberapa blok dari sana di mana ditemukan sebuah bom yang belum meledak.



FBI juga ingin menanyai dia tentang pemboman lainnya yang terjadi Sabtu pagi di Seaside Park, New Jersey, sebelah selatan New York, sehingga sebuah acara lari maraton terpaksa dibatalkan. Tidak ada yang cedera.



Bom lain ditemukan di tong sampah di stasiun kereta api di Elizabeth, New Jersey, hari Minggu pagi. Salah satu bom meledak ketika sedang dijinakkan oleh polisi dengan menggunakan robot.



Menurut Walikota New York Bill de Blasio, AKR adalah satu-satunya tersangka saat ini. Ia mengatakan cukup alasan untuk menyebut bahwa pemboman dan usaha pemboman itu adalah aksi teror, dan polisi, tambahnya sedang mencari kemungkinan hubungan dengan kelompok teroris asing.



Presiden Barack Obama, berbicara di New York mengatakan, penyelidikan sedang berjalan cepat untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ia mengatakan, teroris dan ekstremis ingin melukai warga sipil, menimbulkan ketakutan dan mengganggu kehidupan normal. [Sumber : voaindonesia.com/Foto : thestar.com].