Berita Bethel
Penulis: Pram (21/09/2016)

Mendidik Anak Memasuki Usia Remaja


Mendidik anak usia remaja merupakan salah satu fase paling berat yang dihadapi oleh sebagian besar orang tua. Di masa ini, anak-anak cenderung akan berubah sikap menjadi seorang pemberontak yang suka melawan orang tua dan berpikiran labil karena di usia inilah mereka sedang mencari tahu jati diri mereka yang sebenarnya.



Mereka merasa bahwa diri mereka adalah yang paling benar dan mereka pun juga memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar terhadap semua hal. Usia remaja biasanya dimulai ketika anak-anak mulai duduk di bangku SMP atau Sekolah Menengah Pertama dan berakhir setelah mereka mulai memasuki tahun akhir di SMA atau Sekolah Menengah Atas.



Anak-anak yang memasuki pubertas atau masa remaja sangatlah rawan dan sangat perlu untuk diawasi agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang menyimpang. Lalu bagaimanakah cara mendidik anak yang sedang memasuki usia remaja? Berikut adalah sedikit tipsnya untuk anda.



Pertama, pintar-pintarlah memposisikan diri. Jangan selalu tempatkan posisi anda sebagai orang tua yang berkuasa dan yang harus selalu dipatuhi. Anda harus pintar dan jeli dalam menilai situasi sehingga anda bisa menempatkan diri anda dengan peran yang tepat.



Misalnya, ketika anak anda sedang mengalami masalah di sekolah, jangan buru-buru memberondongnya dengan berbagai pertanyaan dan omelan. Hal itu justru akan memicu kemarahannya dan ketidaksukaannya pada kehadiran anda. posisikan diri anda sebagai teman yang bisa dipakai sebagai tempat untuk mencurahkan keluh kesah.



Biarkan kepercayaannya pada anda tumbuh secara perlahan. Dan ingatlah, terkadang mereka hanya membutuhkan anda sebagai tempat untuk mendengarkan keluh kesah dan bukan untuk mencari nasehat. Jika ia tidak bertanya, jangan berikan nasehat yang terlalu panjang dan terkesan menghakimi.



Kedua, berikan pendidikan agama yang kuat sejak mereka kecil agar mereka tidak terjerumus pada kehidupan yang kelam. Cari tahu apakah anak anda mendapatkan pendidikan seks dan narkoba yang cukup di sekolah serta berikan pendidikan tambahan mengenai hal tersebut dengan tepat di rumah agar mereka tidak penasaran atau tergoda untuk mencoba berhubungan seks maupun mencoba narkoba.



Ketiga, jangan mengekang anak remaja anda terlalu ketat. Ketika anda mengikatnya terlalu kencang, mereka justru akan semakin mencoba untuk lari dan berontak kepada anda. Sebaiknya gunakan metode tarik ulur agar mereka bisa lebih menghargai anda dan berikan batasan-batasan khusus yang membuat mereka bisa merasa bebas namun tetap terkontrol.



Hal-Hal yang Perlu untuk Dihindari. Pertama, jangan gunakan kata makian saat menegur atau memarahi mereka. ketika anda menggunakan kata-kata cacian atau kasar saat anda marah, kata-kata tersebut akan terus terngiang di pikiran mereka. Semakin lama disimpan, semakin besar pula kesempatan untuk mereka berubah menjadi membenci anda.



Kata makian atau kata kasar dapat melukai perasaan mereka dan menimbulkan sakit hati sehingga mereka pun juga terpacu untuk melakukan hal yang sama kepada anda. Kedua, sebisa mungkin jangan gunakan kekerasan untuk menegur mereka. Penggunaan kekerasan pada remaja hanya akan membuat hubungan anda dengan anak-anak menjadi renggang dan mereka bisa terpicu untuk semakin berontak.[Sumber : bidanku.com/Foto : shutterstocks].