Berita Bethel
Penulis: Pdt. Yusuf Sumitro Pasaribu, M.Th (30/09/2016)

Upah Mengikut Yesus


Matius 19:27 "Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh ?".Sudah dari sejak sedini mungkin manusia telah diperkenalkan dengan apa yang disebut dengan “ upah “.



Itulah sebabnya pada umumnya manusia memahami hidup ini adalah seperti suatu kompetisi untuk menjadi yang paling terdepan dan terdahulu, demi perolehan upah yang sudah tertanam sejak awal pada pikiran. Terkadang berakibat pada ambisi memperoleh upah, sehingga tindakan-tindakan tidak lagi mengedepankan kualitas tanggung jawab pekerjaan tapi kuantitas saja.



Suasana seperti ini perlu kita waspadai dalam hal semangat mengikut Yesus, sehingga kemurnian hati kita untuk mengikut Yesus tetap terjaga hingga akhirnya. Lalu, apakah yang Alkitab catat mengenai “upah“ kita mengikut Yesus?.Perikop “ Upah mengikut Yesus “ yang dituliskan oleh Matius berisi percakapan Petrus dengan Yesus, setelah mendengarkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan orang muda yang kaya ( ayat 16-26 ).



Pertanyaan yang diajukan Petrus: “ Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh? ” ( ayat – 27 ) mewakili seluruh murid-murid yang sedang bertanya-tanya dalam hati dengan penuh keheranan atas semua yang telah Yesus ucapkan menanggapi pertanyaan seorang muda yang kaya.



Melalui kutipan perkataan Yesus kepada Petrus dan murid-murid, Matius sedang menjelaskan bahwa setiap orang yang mengikut Yesus harus mempersiapkan diri untuk memperoleh upahnya di kekekalan nanti, yakni setelah menyelesaikan seluruh tugas tanggung jawab mengikut Yesus di muka bumi ini ( ayat-28 ).



Kemudian Matius juga menjelaskan bahwa alasan utama mengikut Yesus adalah karena nama-Nya ( ayat-29 ), bukan untuk usaha cari nama atas apapun yang telah ditinggalkan setiap orang yang mengikut Yesus.



Kalimat penutup dari perikop “ Upah mengikut Yesus “ berisi ungkapan penegasan dari Yesus bahwa mengikut Yesus bukanlah seperti sebuah kompetisi untuk berusaha menjadi bagian yang paling unggul dan paling terdepan dari pengikut Yesus lainnya, tetapi sebaliknya bagaimana mengedepankan dan dahulukan Yesus Kristus diatas segalanya dalam hidup pengikut-Nya (ayat-30).



Dari kutipan Matius ( ayat 28-29 ) atas jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid melalui Petrus, kita temukan bahwa upah mengikut Yesus adalah : Pertama : Kesempatan dan peluang-peluang terbaik. “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya... kamu yang telah mengikut Aku, akan duduk juga diatas dua belas takhta... “ ( ayat – 28 ).



Kata “ kesempatan dan peluang-peluang terbaik“ yang dimaksudkan dalam kalimat diatas adalah waktu dan saat yang dinyatakan atau dibukakan Tuhan bagi orang yang mengikut Yesus untuk menghargai tanggung jawab yang telah ditunaikan dengan bersungguh-sunguh.



Secara manusiawi kita bisa kehilangan banyak peluang dan kesempatan-kesempatan terbaik dihidup ini, karena perolehan peluang dan kesempatan terbaik cenderung diukur dengan prestasi.



Jika cara kita menunaikan seluruh tugas tanggung jawab kita dalam berbagai profesi kehidupan didasari kerinduan untuk mengikut Yesus, maka apapun dan siapapun boleh saja berusaha menghambat kesempatan dan peluang terbaik kita, tapi waktu Tuhan akan nyata. Band.Galatia 6:9 – Lakukan selalu terbaik = Cara pengikut Yesus .



Jadi, setiap kesempatan terbaik yang Tuhan bukakan bagi kita adalah upah mengikut Yesus yang harus kita jadikan sebagai kesempatan menjadi saksi Kristus lewat sikap lakukan yang terbaik.Kedua:Pelipatgandaan kepercayaan. “ Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan…, akan menerima kembali seratus kali lipat dan…” ( ayat – 29 ).



Pernyataan “ Kepercayaan itu mahal “ adalah bagian dari prinsip kerja orang Tionghoa yang cenderung lebih cepat sukses dari yang lainnya di muka bumi ini. Prinsip hidup menjadi orang yang dapat dipercaya ternyata merupakan prinsip Alkitabiah, yang harus mendasari tanggung jawab kerja setiap orang yang mengikut Yesus.



Band. I Korintus 4:2 – Kepercayaan Tuhan = Upah mengikut Yesus.Kerelaan kita meninggalkan apapun demi mengikut Yesus, artinya kita siap meninggalkan cara hidup yang kurang bahkan sering tidak dapat dipercayai, berubah menjadi pribadi yang sungguh-sungguh dapat dipercayai demi kemuliaan dan kemasyuran nama-Nya Yesus.



Jadi, upah kita mengikut Yesus adalah pelipatgandaan kepercayaan Tuhan melalui siapapun yang Tuhan pakai sebagai alat-Nya bagi kita.Penutup:Kesempatan dan kepercayaan nilainya lebih besar dari upah materi. [Pdt.  Yusuf Sumitro Pasaribu, M.Th/Foto : Ilustrasi].