Berita Bethel
Penulis: Pram (05/10/2016)
MPL III : Hakikat Penatalayanan


Usai rehat makan malam (Rabu, 5/10) peserta MPL III GBI mendapatkan pembekalan dari Pdt. dr. Josafat Mesach (kanan) dengan tema Stewardship [Penatalayanan]. Sesi dibuka pengantar oleh Pdt. Himawan Leonardo (Sekretaris I BPH GBI, kiri). Dalam GBI, dikenal pelayanan yang terdiri dari marturia, koinonia, diakonia, didaskalia, leiturgia, poimenoia, oikonomia.



Definisi Penatalayanan. Penatalayanan ialah segala kebijakan dan tindakan orang percaya dalam mengelola talenta dari Tuhan. Tuhan memanggil setiap orang Kristen supaya mengelola semua talenta pemberian Tuhan (waktu, tenaga, pikiran, uang, harta benda,Red).



Tujuan. Penatalayanan (oikonomia=mengatur rumah tangga) bertujuan untuk  meningkatkan kesejahteraan kehidupan orang lain,menghadirkan keadilan, dengan menanfaatkan kemajuan ilmu teknologi salah satunya.



Awal Mula Penatalayanan. Semula, penatalayanan diciptakan Allah sesuai dengan nats Kejadian 1:26-28 "1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,......... 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka............".



Namun, kata Pdt. Josafat akibat dosa maka penatalayanan berubah menjadi "alat" bagi kepentingan pribadi dan golongan. Selanjutnya pada nats PB (II Kor 5:17) tertulis "5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang". Artinya, Tuhan Yesus mengubah orang percaya menjadi menusia baru.



Prinsip-Prinsip dan Tujuan Penatalayanan. Prinsip itu terdiri dari semua adalah milik Allah, mengelola milik orang lain, setiap orang percaya identik dengan penatalayanan, memerlukan kesetiaan. Sementara itu, ada tiga tujuan penatalayanan yaitu pembaharuan rohani, pembaharuan organisasi (terbuka terhadap perubahan), pengelolaan keuangan (profesional dan transparan, Red).



Fungsi Penatalayanan. Penatalayanan menghubungkan visi dan misi Allah, mengembangkan penatalayanan sebagai pola hidup para penatalayanan, mengembangkan konsep pelatihan agar bisa melayani dengan "excellent". "Jangan gunakan kalimat tidak ada, tidak bisa, tidak mau dan tidak tahu.



Fungsi selanjutnya yaitu menyusun rencana program dan anggaran, memberikan pimpinan dan koordinasi, mendorong tanggung jawab atas finansial, berbasis Firman Tuhan dan doa.



"Hindari manajemen tukang sate alias manajemen seorang diri melakukan semua hal, serta bijak atur waktu dalam pelayanan, jangan sampai waktu untuk keluarga habis untuk pelayanan," tutup Pdt. Josafat. Nara sumber selanjutnya yaitu Pdt. Yosia Abdisaputra, MTh. dengan mengusung tema "Kepemimpinan".