Berita Bethel
Penulis: Pram (01/11/2016)

Kerajinan Rotan Kapuas Tembus Pasar Jepang


Produk kerajinan rotan masyarakat Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sudah diakui kualitasnya, bahkan sudah mampu menembus pasar Jepang."Pesanan cukup banyak dari Martapura, Banjarmasin dan Jawa. Ada juga yang diekspor ke Jepang," kata Salasiah, perajin rotan di Desa Baru, Pulau Telo Kecamatan Selat, Rabu (26/10).



Berbagai produk berbahan dasar rotan dihasilkan perajin rotan setempat, seperti tikar rotan, keranjang, pot bunga, figura foto dan cermin, rak sepatu, meja, kursi, hiasan, gantungan kunci, hingga penjepit rambut. Hampir semua perabot rumah tangga bisa dibuat dari rotan.



Harga jual mulai Rp 5.000 hingga jutaan rupiah per unit, tergantung jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan produk. Satu set sofa rotan dilengkapi busa empuk dijual sekitar Rp 4 juta.Salasiah yang mengelola Usaha Dagang Nabil Reihan Rotan ini dulunya mempekerjakan hingga 100 orang perajin yang merupakan warga setempat dan desa-desa sekitar.



Namun kini jumlah karyawan dikurangi karena dia lebih fokus pada kualitas sehingga tidak memaksakan menerima order berlebihan.Dia tidak ingin mengabaikan kualitas produk yang dihasilkan, apalagi jika pesanan untuk ekspor. "Pernah salah satu jenis produk saya dikembalikan pemesan hanya karena ukurannya kurang satu sentimeter dari pesanan," ujarnya.



Dia juga terus membuat inovasi dan kreasi untuk mengembangkan ragam produk. Salah satunya adalah helm dan jok motor terbuat dari rotan. Dia yakin potensi sektor rotan yang diberi sentuhan kreativitas dan pembinaan yang tepat, masih sangat menjanjikan. Dia berharap sektor ini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. [Sumber : kontan.co.id].