Berita Bethel
Penulis: Pram (04/03/2015)

Sosialisasi Program Pembinaan Wilayah


Globalisasi membawa banyak tantangan yang menyangkut semua aspek kehidupan manusia baik positif mapun negatif. Untuk itu, Gereja Bethel Indonesia dalam kepengurusan yang baru ini, terus melakukan berbagai terobosan positif dalam hal pemberitaan injil ke seluruh dunia & meningkatkan kesatuan tubuh Kristus. ‘Menjadi seperti Yesus’ adalah visi GBI, yang diikuti dengan pelaksanaan 7 program GBI., maka Bidang Pembinaan Wilayah yang diketuai oleh Pdt. Melianus Kakiay, M.Th. ini adalah sangat penting untuk menggolkan dengan cepat seluruh program GBI yang telah diamanatkan melalui departemen-departemen yang ada pada badan gereja berskala nasional dan internasional ini.



Menurut Pdt. Ferry (panggilan akrab, -red.) fungsi dari bidang pembinaan wilayah yaitu Pertama, untuk pengembangan & pendampingan wilayah sehingga pelaksanaan pembinaan para pejabat GBI di daerah, bisa lebih efektif. Kedua, mensosialisasikan & mendaratkan program-program departemen BPH GBI. Ketiga, networking artinya berbagai informasi dari daerah bisa lebih cepat karena adanya pendampingan tersebut. Keempat, memediasi BPD-BPD GBI yang telah maju supaya bisa menolong atau bekerja sama dengan BPD-BPD yang masih baru atau belum mampu. “Yang jelas ‘kan GBI kita ini makin maju, maka penanganannya pun harus berbeda mengikuti perkembangan yang ada,” ungkap Gembala GBI Kapernaum, tersebut seraya menambahkan, semua program yang ada disinergikan sehingga tidak ada tumpang-tindih dalam pelaksanaan program.



Pdt. Ferry menekankan bahwa, dalam kepemimpinan saat ini yang berslogankan ‘GBI MANTAP’ maka harus proaktif turun ke bawah melihat kebutuhan-kebutuhan wilayah yang lebih urgent (mendesak,penting) “Tidak bisa cuman duduk-duduk saja, semua Ketua-Ketua yang sudah di angkat harus punya job yang jelas untuk mendaratkan semua program. Harus melakukan pelayanan dengan baik,” katanya. Dijelaskannya, pelayanan bisa berjalan perlu dukungan baik dalam hal skill (harus dilengkapi dengan berbagai pelatihan serta pendukung seperti sarana dan prasarana dan keuangan). Bekerja sama dengan para Ketua BPD, departemen-departemen harus mendata berbagai kebutuhan atau masalah yang ada.



Contoh, ada pendeta GBI yang merintis di suatu daerah terpencil maka ia tentu membutuhkan dukungan misalnya pembangunan gedung gereja, agar masyarakat setempat melihat bahwa gereja hadir di daerahnya sungguh-sungguh sebagai penolong. Maka, GBI hadir sebagai penolong, soal dana pembangunan gedung gereja tidak jadi persoalan karena telah ditetapkan dalam Sinode lalu, sehingga tidak terbengkalai. “Jika kita bisa langsung bangun, selesaikan, maka itu bisa "dijual" kepada gereja-gereja besar atau pengusaha yang terbeban untuk menyelesaikannya,” ujar ayah empat orang anak tersebut.



Ditanya mengenai program jangka pendek (satu tahun kerja), hamba Tuhan yang pernah menelurkan album rohani ini mengatakan, pertama, dari sisi organisasi akan sosialisasikan Tata Gereja (TG) yang telah disempurnakan kepada seluruh pejabat GBI, supaya mereka mengerti cara berorganisasi dengan baik dan mengerti akan hak dan kewajibannya di GBI. Juga akan sosialisasikan program pembinaan dan sertifikasi yang telah dibuat oleh Pdt. Rubin Adi. Kedua, melaksanakan berbagai pembinaan teologia dan latihan-latihan pelayanan, sehingga para pejabat GBI bisa menambah skill atau kemampuan dalam memperlengkapi diri.



“Di samping itu, kita bisa melihat manfaatnya ketika mendampingi mereka dalam berhubungan dengan Pemerintah,” ungkapnya. Tujuannya, supaya gereja punya peranan bagi bangsa dan Negara melalui BPD-BPD GBI yang ada. Dan juga, dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan pemerintah bisa lebih terbuka pada GBI. Untuk itulah, setiap BPD harus bisa melihat peluang itu dan Bidang Pembinaan Wilayah berdiri sebagai pendamping untuk bisa menangani berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada, sehingga program-program GBI yang telah dicanangkan bisa berhasil.

Di akhir wawancara, Ketua Bidang Pembinaan Wilayah ini mengajak seluruh pejabat GBI untuk giat dalam melayani Tuhan. Presiden RI, Joko Widodo mengatakan, ‘kerja-kerja-kerja’ tapi kalau kita, ‘melayani-melayani-melayani’ membangun kebersamaan dan sinergi semua. [RT/deb].

Pdt. Melianus Kakiay, M.Th., adalah Ketua Pembinaan Wilayah BPH GBI.Foto : Istimewa