Berita Bethel
Penulis: Pram (14/11/2016)

PGI : Tebarkan Pesan Perdamaian, Kemanusian dan Kebangsaan


Sehubungan dengan ledakan bom yang menimpa jemaat HKBP di Gereja Oikoumene, Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11), Redaksi menerima rilis [siaran pers] dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui Sekum PGI Pdt. Gomar Gultom, MTh.



Inti rilis yaitu keprihatinan PGI terhadap para korban baik luka-luka dan meninggal dunia. Selanjutnya tetap berdoa bagi Indonesia. PGI menghimbau agar semua umat Kristiani tetap tenang dan mempercayakan penanganan masalah ini kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia, sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku.



PGI mengajak umat Kristen terus mendoakan pemerintah Republik Indonesia, untuk dapat menegakkan keadilan dan perdamaian di bumi Indonesia. Pada saat sama, kita terus membangun solidaritas sesama anak bangsa yang berkehendak baik, menuju cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.



PGI meminta perhatian kita semua untuk tetap setia mengambil bagian dalam pelayanan kasih dan pendamaian di mana pun dan dalam situasi yang bagaimana pun. Di tengah pencobaan ini, mari tetap membangun solidaritas kebangsaan bersama semua orang yang berkehendak baik, wujudkan NKRI sebagai rumah bersama masa depan Indonesia.



Kepada Pemerintah, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, PGI meminta penanganan yang tegas, segera dan profesional atas peristiwa ini. Seluruh komponen masyarakat Indonesia, khususnya para pimpinan untuk tetap setia menanamkan dan menebarkan pesan-pesan perdamaian, kemanusian dan kebangsaan kepada umat masing-masing.



PGI mengecam keras tindakan pengeboman ini, sama seperti tindakan-tindakan teror lainnya. Tindakan kekerasan, apapun bentuknya, tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah.



R.I.P Intan Olivia Marbun, Korban Bom Samarinda. Teror kembali melanda wilayah tanah air, tepatnya di depan Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur. Keceriaan anak-anak usai selesai SM menjadi jeritan memilukan. Seperti apa dan bagaimana perkembangan terkini situasi di sana, khususnya korban-korban yang rata-rata masih balita, satu balita meninggal dunia seperti dirilis situs detik.com :



Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia. Dia menjadi salah satu dari 5 korban aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.Netizen hari ini, Senin (14/11/2016) menyuarakan dukacita untuk Intan. Di Twitter, hashtag atau tagar #RIPIntan menjadi trending topic.



Dilihat detikcom, sejak pagi tadi hingga siang ini netizen terus menyuarakan dukacita untuk Intan di Twitter. Rasa dukacita untuk Intan juga ramai disuarakan di media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram.



Balita Korban Bom Itu Meninggal Akibat Luka Bakar dan Infeksi Pernafasan. Banyak netizen yang menyampaikan kesedihannya, kenapa balita tidak berdosa itu harus jadi korban aksi terorisme. Doa-doa dipanjatkan netizen agar Intan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.



Netizen juga mengutuk segala bentuk kekerasan dan teror. Mereka berharap semoga tidak ada lagi korban-korban berjatuhan. Indonesia harus damai dalam bingkai persatuan sesuai semboyan negara, Bhinekka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu. [Sumber Naskah : detik.com/Foto : metrotvnews.com].