Berita Bethel
Penulis: Pram (22/11/2016)

Parade Bhinneka Tunggal Ika


Parade Bhinneka Tunggal Ika dengan warna kostum merah putih dan baju daerah memenuhi bundaran HI (Sabtu, 19/11). Tema acara yakni "Bulatkan Tekad Untuk Berpadu, Tak Kan Retak Kita Diadu". Acara diramaikan dengan pentas seni, pentas kebudayaan, doa bersama dan statemen bersama.



Hadir pada acara ini antara lain Sekum PGI (Pdt. Gomar Gultom, MTh), Pdt. Dr. Nus Reimas (PGLII), Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, MTh dan Pdt. Ferry Haurissa, MTh, Daniel Panji (JDN),Antonius Natan dan lain-lain.



Sementara iyu, pada hari yang sama seperti dirilis kompas.com (foto bawah), digelar acara "Deklarasi Kebhinnekaan Dibacakan dalam Apel di Mapolda Metro Jaya". Polda Metro Jaya menggelar apel besar "Kebhinekaan Cinta Damai" di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya pada Sabtu (19/11/2016).



Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan.Acara yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB ini turut dihadiri Pangdam Jaya Mayjen Tedy Lhaksamana, Plt Gubernur DKI Jakarta Soemarsono, para tokoh agama, organisasi masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya.



"Tema yang diangkat dalam apel ini adalah hikmah Hari Pahlawan ke-71 pada tahun 2016 untuk kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, guna mewujudkan NKRI yang kokoh," ujar Iriawan dalam sambutannya pada apel tersebut, Sabtu.



Iriawan menilai, tema yang diangkat dalam apel ini tepat dan relevan.Ia menilai tema ini sesusai dengan situasi kondisi yang terjadi saat ini di masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya."Diharapkan tema ini bukan hanya sebagai slogan saja, akan tetapi dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari secara konsisten dan berkelanjutan," ucap dia.



Iriawan menyampaikan, tujuan utama apel ini adalah meningkatkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia itu terdiri dari beragam budaya, suku, dan agama.Ia meminta, keragaman tersebut bukan dijadikan kendala, melainkan dijadikan suatu kekuatan bagi bangsa Indonesia.



Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatanganan deklarasi kebhinekaan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh, seperti kiai, pendeta, romo, biksu, tokoh organisasi masyarakat, pengamanan swakarsa, Polri, TNI, dan perwakilan dari Pramuka.



Deklarasi tersebut dibacakan satu orang yang kemudian diikuti peserta apel lainnya. Adapun peserta apel mencapai 1.200 orang.Deklarasi yang dibacakan ini berbunyi sebagai berikut:Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Kami masyarakat wilyah hukum Polda Metro Jaya dengan tulus dan ikhlas bersama sama bersedia:



1. Menjadi mitra tanpa ada perbedaan suku, agama, golongan, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.2. Membantu memecahkan permasalahan yang timbul di masyarakat.3. Mendukung dalam menciptkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.



4. Berperan aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih.5. Menjadi contoh dan tauladan yang baik dilingkungan masyarakat.6. Senantiasa mengutamakan sinergitas dan musyawarah dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat. Doakan agar situasi Jakarta dan sekitarnya serta Indonesia pada umumnya kondusif.