Berita Bethel
Penulis: Pram (05/03/2015)
Rakernas DPA : Mentransformasi Bangsa


Parapat, Sumatera-Utara : Departemen Pemuda dan Anak (DPA) Gereja Bethel Indonesia sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Parapat,Sumatera Utara pada 23-26 Februari 2015. Rapat Kerja ini dihadiri oleh 130 peserta yang terdiri dari Pengurus Pusat (PP), Pengurus Daerah (PD), Pengurus Luar Negeri (PLN) hingga Pengurus Wilayah (PW). Dari 35 PD di seluruh Indonesia, 32 PD hadir. Sedangkan dari 5 PLN yangada, 3 PLN hadir yakni PLN Timor Leste, PLN Autralia dan PLN Eropa.



Ketua Pengurus Pusat DPA GBI, Pdt. Timotius Tan, MA menjelaskan, Rakernas ini merupakan perangkat organisasi DPA GBI untuk melakukan koordinasi dan pembekalan bagi para pemimpin generasi muda GBI di seluruh dunia. “Rakernas merupakan amanat Tata Kerja DPA pasal 13,”ujar Timotius. Dipilihnya Parapat, Sumatera Utara sebagi tuan rumah perhelatan Rakernas ini, lanjutnya merupakan amanat Rakernas I yangdigelar di Jakarta pada awal 2014. Kala itu, seluruh peserta secara bulat memilih Sumatera Utara sebagai tuan rumah Rakernas II.



Pembukaan Rakernas : Seluruh peserta Rakernas tiba di Bandara Kualanamu pada hari Senin (23/2) dalam beberapa kloter (kelompok terbang). Setibanya dibandara paling megah di kawasan barat Indonesia ini, peserta melanjutkan perjalanan sekitar lima jam dengan bus menuju Hotel Niagara,Parapat tempat berlangsungnya Rakernas. Karena waktu kedatangan yang berbeda-beda dari seluruh Indonesia, ibadah dan upacara pembukaan Rakernas diadakan Pukul 21.20 WIB. Meski hampir tengah malam, para peserta Rakernas antusias mengikuti ibadah pembukaan yang dipimpin langsung Ketua Umum BPH GBI, Pdt.DR. Japarlin Marbun.



Ketua Umum menyampaikan Firman mengenai tugas dan tanggung jawab pelayanan yang harus diselesaikan. Gereja, menurut Pendeta Japarlin Marbun, tidak boleh melupakan tugas utamanya, yakni memberitakan injil. Dalam khotbahnya, Ketua Umum juga menyampaikan mengenai program GBI Mantap yang akan dilaksanakan pada periode 2014-2018 ini. Kehadiran Pendeta Japarlin Marbun merupakan kedua kali berturut-turut dalam Rakernas DPA GBI. Tahun lalu, saat masih menjabat sebagai Ketua BPH, Pendeta Japarlin Marbun juga hadir menjadi salah satu panelis dalam diskusi.



Program GBI Mantap yang diusung Pdt. DR. Japarlin Marbun dan kepengurusan BPH, mendapat respon positif dari pemimpin generasi mudaGBI. Bahkan, peserta Rakernas mengeluarkan yel-yel baru GBI Mantap. “GBI...Mantap.. GBI..Mantap... G..B..I.. Mantap..Mantap..Mantap..”teriak para peserat Rakernas dengan lantang memecah kesunyian Danau Toba malam itu. “Baru kali ini ada ibadah pembukaan yang hampir tengah malam dan semua masih semangat,” ujar salah satu peserta Rakernas. Usai ibadah pembukaan, sejumlah pengurus DPA menemaniKetua Umum BPH dan Ketua BPD Sumatera Utara-Aceh, Pdt. Yafet R Marbun, menyeruput bandrek di pinggiran Danau Toba.



GeT Camp dan TFT GeT Camp : Satu setengah hari berikutnya, Rakernas diisi oleh dua acara paralel, yakni GeT Camp dan TFT GeT Camp.GeT Camp merupakan camp yang di fokuskan untuk mengubah pola pikir generasi muda untuk menemukan panggilan hidup mereka. Dalam Camp ini di sampaikan 4 materi utama yaitu The Vision, Obstacle, Excellence dan Seven Spheres. GeT Camp juga dilakukan dengan simulasi yang menarik mulai dari awal Camp sampai akhir Camp dan semuanya diberikan penilain, sehingga semua peserta berlomba dan berjuang untuk menjadi pemenang. GeT Camp memang sebelumnya sudah diadakan di 11 Pengurus Daerah yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, JawaTimur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku Utara, NTT, Bekasi, Barito, dan 1 Pengurus Luar Negeri Australia.



Sedangkan untuk daerah yang sudah melaksanakan GeT Camp, mengikuti TFT. Dalam TFT ini, para peserta diajarkan untuk mengadakan GeT Camp sendiri di daerahnya. “Karena ini sebuah kegerakan, maka kita semua harus bekerja dan bergerak bersama. Pengurus Pusat sudah mengadakan GeT Camp di daerah. Berikutnya, teman-teman Pengurus Daerah yang akan langsung melakukan GET Camp sampai ke wilayahdan KPA/gereja lokal,” tegas Ketua PP DPA GBI, Timotius Tan dalam acara TFT.



Dalam TFT juga diajarkan mengenai sistem mentoring yang akan dilakukan pasca mengadakan GeT Camp. Sebab, GeT Camp hanyalah gerbang awal dari kegerakan 'Generation of Transformers' yang dilakukan DPA GBI. “Mentoringnya harus jalan, tidak cukup hanya buat event-event. Kita sering lemah di program follow up, karena itu, mentoring menjadi kunci keberhasilan kegerakan ini,” imbuh TimotiusTan.Mulai Rabu Siang hingga Kamis Siang, acara dilanjutkan dengan Rapat. Dalam Rapat ini diputuskan 12 program yang akan dilakukan dalam dua tahun mendatang. ( Penjelasan 12 Program akan dipublikasikan di kolom GALERI/FOTO). Program-program tersebut merupakan program utama yang akan dilakukan DPA mulai dari pusat hingga ke daerah dan wilayah.



Peluncuran Kartu DPA : Dalam Rakernas ini juga dilaunching DPA Card, yang merupakan bukti keanggotaan generasi muda GBI. Kartu ini terintegrasi dengan Sistem Informasi DPA GBI yang memuat seluruh data-data generasi muda GBI. Kartu ini akan dimiliki setiap Komisi Pemuda dan Anak (KPA) digereja lokal dan juga dapat dimiliki oleh setiap generasi muda GBI. Sebab, selain sebagai kartu tanda keanggotaan, kartu ini juga dapat dipergunakan sebagai kartu diskon dengan merchant-merchant yang telah menjalin kerjasama dengan DPA GBI.Dalam Rakernas ini juga dibahas mengenai hubungan antara DPA GBI dengan BPD di daeraah dan BPW atau Perwil di tingkat wilayah.



Mengutamakan Ketaatan : Meski DPA GBI, sesuai Tata Kerja pasal 8 merupakan organisasi yang mandiri, namun ketaatan dan hubungan baik dengan pengurus gereja di setiaptingkatan mutlak diperlukan. “Kami di pusat taat dan melakukan komunikasi yang baik dengan BPH. Karena itu saudara-saudara di daerah danwilayah juga harus menjalin komunikasi yang baik, menunjukkan komitmen dan buah pelayanan kepada senior-senior kita di BPD, BPW,MPL,” tegas Timotius Tan di hadapan seluruh peserta Rakernas.Dalam acara tahunan ini juga dilakukan pelantikan terhadap beberapa orang yang diangkat menjadi Pengurus Pusat untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong dan mempercepat laju organisasi. Selain itu, juga dilantik beberapa Ketua PD DPA hasil pemekaran.



Ibadah penutupan : Rakernas mendapat kunjungan dari sejumlah pemimpin generasi muda, yakni Pdt. Dr. Gideon M Munthe yang merupakan Ketua Sinode GKII. Pendeta Gideon merupakan Ketua Sinode termuda di Indonesia saat ini. Pendeta Gideon didampingi oleh Pdt. Donald MWakkary (GPdI) dan Pdt. Octavianus Nathanael (GEKI).Di penghujung Rakernas, digelar pemiliha tuan rumah Rakernas berikutnya. Tiga daerah mencalonkan diri, yakni Nusa Tenggara Timur,Kalimantan Tengah dan Bekasi. NTT yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah Kongres pada 2013 lalu, akhirnya terpilih menjadi tuan rumah. “Kami NTT meskipun jauh sangat siap. Kami sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah dan mereka mensupport DPA GBI melakukan kegiatan di NTT. Sebab selama 40 tahun GBI ada di NTT, belum ada kegiatan besar skala internasional yang dilakukan di sana.Karena itu, katong tunggu di NTT,” ujar KPD DPA GBI NTT, Imanuel Kase.



Ketua BPD GBI Sumut-Aceh menjadi pembicara dalam ibadah penutupan. Pendeta Yafet mengajak generasi muda untuk terus berkobar dan bersemangat melayani di tengah tantangan zaman. Usai ibadah penutupan, seluruh peserta mengikuti wisata berkeliling Danau Toba. Parapeserta melihat Batu Gantung, menjelajah hingga ke Ambarita dan Tomok. “Luar biasa Danau Toba indah sekali, adat Batak juga mengagumkan,” ucap Wakil Ketua PP DPA GBI, Pdt. Maxi Nesi usai ikut menortor di Ambarita, Pulau Samosir.



Kesan dan Pesan Peserta : Sementara Ketua DPA Australia, Andry Sugandi juga diberakti dengan pelaksanaan Rakernas ini. “Rakernas ini melahirkan kesatuan visi yang tajam dan aksi yang kuat untuk seluruh pemuda GBI berkarya bagi Tuhan dan bangsanya. Kesatuan hati dan kebersamaan yang hangat terasa dari hari pertama sampai wisata di hari terakhir. Tuhan memberkati generasi ini,” kata Andry. Ketua DPA Jawa Timur, Suseno juga berkata“ Dalam Rakernas ini ada kesatuan untuk bergerak bersama-sama sesuai dengan visi yang di sepakati bersama sehingga nantinya akan tampilgenerasi muda yang berdampak di bidangnya masing-masing untuk bangsa dan Negara bagi kemuliaan Tuhan.” Ketua DPA Jawa Tengah & Yogjakarta, Rhanny Kaniawati juga menyampaikan “ Seluruh peserta menundukan diri dalam satu visi bersama yaitu bersama-sama membangkitkan pemimpin-pemimpin muda yang akan menjadi generasi pengubah bangsa.”



Ketua DPA Eropa juga memberikan respons yangsangat baik dan berkata “ Hello everyone! My name is Yoel Manuhutu from Holland, Europe. This was my first time joining the Rakernasand I loved it! It has been great to meet so many people from different places with the same passion for Christ and for youth. It truly wasan experience I won't forget. Get vision, and transform the nation... Not only in Indonesia, but also in European countries! DPA, YES YES YES! God bless us all!. Seluruh peserta kembali ke ladang pelayanan masing-masing pada hari Jumat dari Bandara Kualanamu. Semua kembali untuk bersama melahirkan Generasi Muda yang Mengubah Bangsa. Salam Transformers! (DPA GBI)