Berita Bethel
Penulis: Pram (10/01/2017)
God Be With Me

“ Seorang pun tak akan sanggup mengalahkan engkau, Yosua, seumur hidupmu. Sebab  Aku akan selalu mendampingimu seperti  dahulu Aku mendampingi Musa. Aku tidak akan meninggalkanmu” (Yosua 1:5)

Musa   sebagai  pemimpin israel  telah menunaikan tugasnya dengan baik ketika membawa mereka keluar dari Mesir dan menghantar mereka tiba di perbatasan Moab. Namun ada tugas tersisa yang belum dikerjakan yaitu membawa mereka masuk ke tanah perjanjian, Kanaan. Musa perlu seseorang yang nantinya akan melanjutkan tugasnya dan pilihan itu dijatuhkan kepada Yosua  (Ul. 31:2, 14). 

Yosua  telah dipersiapkan Allah  untuk menggantikan Musa dan melanjutkan  tugasnya dalam memimpin  Israel. Bukanlah  perkara yang mudah bagi Yosua untuk menggantikan posisi Musa sebagai pemimpin besar bagi Israel. Yosua sebagai pemimpin baru akan memimpin generasi baru Israel.

Timbul pertanyaan bagaimana Yosua  dapat memikul semua tanggung jawab yang telah dibebankan kepadanya? Apakah  Allah terlibat  di dalamnya atau ia dibiarkan sendiri?. Allah yang telah memilih Yosua  dengan sendirinya akan melibatkan  diri-Nya tidak hanya dengan saran yang diberikan tapi juga memberikan dorongan.

Dorongan yang diberikan Allah kepada  Yosua : 1. Dorongan  dari perintah Allah (Yos. 1:1-2). Memberikan  dorongan diar tikan “ to put heart into”, dengan adanya dorongan menjadikan seseorang berani untuk tampil dalam menghadapi  tantangan. Menurut Andrew Jackson “satu orang dengan keberanian  membuat  mayoritas”,  ini benar.

Hal ini terlihat dalam kepemimpinan  Yosua  yang menghadapi tantangan baru dari tanggung-jawab yang dipikulnya. Seiring dengan kematian Musa dan kemunculan Yosua menjadi suatu permulaan baru dengan tampilnya kepemimpinan baru dan generasi baru.

Yosua diperintahkan  Allah untuk memimpin generasi baru ke dalam tantangan yang baru yaitu memasuki  tanah perjanjian, Kanaan; menaklukkan musuh dan memperoleh warisan. Perintah Allah  ini  menjadi kekuatan bagi Yosua  untuk terdorong melakukan tanggung jawabnya sebagai pemimpin baru.

2. Dorongan dari janji Allah (Yos. 1:3-6). Untuk mendorong Yosua dapat melakukan tugasnya, Allah memberikan janji. Pertama,  Allah menjanjikan  Yosua bahwa Israel akan memasuki negri perjanjian, Kanaan (ay. 3-4).

Allah yang akan membawa mereka untuk dapat menyeberangi sungai Yordan dan memasuki tanah perjanjian; Allah menjanjikan Yosua menang atas musuh (ay. 5), dengan penyertaan Allah semua musuh dapat dikalahkan dan kemenangan dapat diraih.

Ini berarti bahwa  Yosua dan Israel dapat melangkah maju di dalam kehendak  Allah dan diberikan jaminan  kehadiran  Allah; Ketiga, Allah menjanjikan Yosua bahwa ia akan dapat membagi tanah perjanjian sebagai warisan yang akan diberikan untuk Israel (ay. 6).

Ini merupakan jaminan Allah bahwa musuh akan dikalahkan dan Israel akan memiliki tanah perjanjian.  Ketiga janji Allah ini akan memperlengkapi Yosua untuk melakukan semua tugas yang telah diberikan kepadanya.

3. Dorongan dari Firman Allah (ay. 7-8). Senjata yang memberikan kekuatan dan keberanian bagi Yosua  adalah Firman  Allah. Firman  Allah yang direnungkan akan menjadi petunjuk jalan untuk bertindak hati-hati yang berujung pada keberhasilan.

Pelajaran yang dapat kita petik dari perenungan  ini, jangan gentar memasuki tahun baru dengan segala tantangan baru karena Tuhan itu akan selalu menyediakan  diri untuk terlibat dalam kehidupan kita.

Penyertaan-Nya menjadi kekuatan dan keberanian bagi kita melangkah dengan iman dalam menyongsong tahun yang baru [2017]. Remember, God be with me. [Sumber : R.A.B-Pdt. Muryati Setianto, Th.M/Foto : Istimewa].  “Penyertaan Allah tidak akan lekang dimakan waktu”