Berita Bethel
Penulis: Pram (08/03/2015)

Mobil Tanpa Sopir


Para peneliti KTH Royal Institute of Technology Swedia telah melihat ke dampak bahwa mobil self-driving (mobil tanpa sopir) bisa saja dipergunakan pada perjalanan sehari-hari.Kabar baiknya adalah mereka secara substansial dapat mengurangi kemacetan jalan bila dikombinasikan dengan inisiatif lain seperti hasil pooling.Satu kendaraan otomatik tanpa sopir ini bisa mengambil alih tugas 14 mobil (biasa/dengan sopir),kata akademisi. Penumpang dipersilahkan untuk berbagi tempat duduk dan siap menempuh waktuperjalanan yang agak sedikit lebih lama. Dengan mobil ini, maka kebutuhan parkir akan turun hingga 80 persen.

Terkait pro dan kontra dari mobil mengemudi sendiri menurut The Tonight Show, "mobil tanpa sopir adalah mobil pintar, dan sebagai hasil revolusioner sebagai smartphone," kata Pierre-Jean Rigoledari KTH Pusat Penelitian Lalu Lintas. "Mereka akan merevolusi kepemilikan mobil, menyebabkan lalu lintas yang lebih fleksibel, dengan crash (kecelakaan) jauh lebih sedikit. Mereka akan membebaskan ruang berharga di kota-kota yang saat ini ditempati oleh mobil yang diparkir. "Stockholm digunakan sebagai tes analisis peneliti. Diperkirakan sekitar 136.000 mobil yang digunakan dalam perjalanan sehari-hari di kota, dengan perjalanan taksi setengah total volume lalu lintas secara keseluruhan.



Dengan menempatkan penumpang bersama dalam mobil, dan menggunakan teknologi self-driving untuk mengoptimalkan rute dan kecepatan, kepadatan kendaraan pada waktu pagi dan sore bisa diminimalisir.Dengan kedua perusahaan teknologi dan produsen mobil yang didirikan guna meriset potensi kendaraan otomatis tanpa sopir ini, mereka akhirnya bisa merevolusi cara kita mendapatkan dari Ake B di jalan-jalan. Kendaraan pertama dijadwalkan untuk diluncurkan awal 2020, meskipun generasi awal mobil ini tidak akan sepenuhnya self-driving (tanpa sopir). [digitaltrends.com]