Berita Bethel
Penulis: Pram (28/01/2017)

Ekonomi Indonesia Membaik, Volume Ekspor Meningkat

Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis ekonomi Indonesia tahun ini membaik. Hal itu sejalan dengan harga komoditas yang membaik dan volume ekspor juga meningkat.

Sedangkan inflasi tahun ini memang diperkirakan naik dari tahun lalu sekitar 3,02%, namun masih dalam rentang sasaran APBN 2017 sebesar 3-5%.

Kenaikan inflasi antara lain karena adanya pencabutan sebagian subsidi listrik bagi pelanggan berdaya listrik 900 VA. Pencabutan sebagian subsidi dilakukan agar subsidi listrik dari APBN bisa lebih tepat sasaran.

Tahun ini, ekspor produk kreatif misalnya, diperkirakan naik 1% dari tahun lalu sekitar US$ 19 miliar.Ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia juga diperkirakan naik 2-3% karena Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership (TPP).

Sehingga kini kompetitor seperti Vietnam tidak lagi mendapatkan keuntungan dari pemberian fasilitas bea masuk rendah ke AS lewat TPP. Total ekspor TPT RI sekitar US$ 12 miliar tahun lalu.

Kadin Dukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roslani mengatakan, pihaknya akan mendukung pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Kadin adaIah wadah dan wahana komunikasi, informasi,representasi, konsultasi, fasilitasi, maupun advokasi pengusaha Indonesia dengan para stakeholder, dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia tahun 2017.

Kami akan serius membahas dan menindaklanjuti arahan pemerintah dengan berbagai paket kebijakan pemerintah," kata Rosan dalam acara Economic Forum 2017 ’Navigation 2017: Anchoring Expectations, Finding Opportunities’ yang diselenggarakan CIMB Niaga bersama Kadin, Jakarta, kemarin.

Dari global, lanjut Roesan, saat ini Trump menjadi perhatian di seluruh dunia. Kebijakan Trump antara lain keluarnya AS dari Trans-Pacific Partnership hingga pembangunan tembok perbatasan AS dengan Meksiko.

"Di Davos (World Economic Forum), semuanya membicarakan Trump effect. Trump adalah presiden dari negara terbesar di dunia. Jadi, setiap policy-nya akan memengaruhi perkembangan negara-negara dunia, termasuk Indonesia.

Apalagi, Amerika adalah salah satu partner dagang yang besar untuk Indonesia," kata dia. [Sumber naskah : Investor Daily-id.beritasatu.com/Foto: Istimewa].