Berita Bethel
Penulis: Pram (08/02/2017)

FKKJ Gelar Diskusi dan Doa Bagi Pilkada 2017

Pilkada serentak se-Indonesia bakal digelar 15 Februari 2017, termasuk DKI Jakarta. Menyikapi situasi ini, FKKJ menggelar acara dengan tema "Diskusi dan Doa Pilkada 2017 Aman dan Damai" di  Jakarta (Senen, 6/2).

Para nara sumber yaitu Drs. Jakob L.Tobing,MPA, Dr. Merphin Panjaitan,  Pdt.Gilbert Lumoindong.Satu orang nara sumber, Dr.Boni Hargens berhalangan karena sakit.

Para peserta terdiri dari sekitar 300 orang hamba Tuhan, pimpinan gereja Kristen dan Katolik di Jakarta.Acara dibuka dengan sambutan singkat dan ucapan selamat datang oleh Sekretaris Umum FKKJ, Yosef Ari Wibowo.

Selanjutnya puji-pujian dipimpin Pdm.Agus Toto, S.Th dan doa pembukaan oleh Pdt.Marihot Siahaan, S.Th.Mengawali diskusi, Ketua Umum (Pdt.Dr.M Ferry H Kakiay, M.Th) mengajak peserta berdiri untuk melantunkan bersama lagu kebangsaan Indonesia Tanah Air Beta dan kemudian menjelaskan tentang tujuan acara ini yaitu sebagai wujud nyata tanggung jawab kita bersama guna mensukseskan Pilkada DKI 2017.

Beliau menjelaskan tentang 3 calon dan kriteria bagi  umat Kristiani untuk memilih sesuai dengan petunjuk di dalam Alkitab yaitu nats Keluaran 18:21 "Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang".

Dr.Partogi Samosir salah satu pengurus FKKJ bertindak sebagai sebagai moderator.Secara singkat Drs.Jakob L.Tobing menjelaskan bahwa negara ini telah di bangun berdasarkan konstitusi dan sudah jelas sehingga tidak diskriminasi bagi siapapun.

Ia menambahkan kita tidak boleh memilih pemimpin berdasarkan suku atau agama, semua punya hak yang sama. Pilihlah pemimpin yang sudah terbukti track record-nya.

Kemudian Dr.Merphin Panjaitan menjelaskan tentang negara demokrasi mau tidak mau harus memilih pemimpinnya. Kalau mau terjadi perubahan maka kita harus berani memilih pemimpin yang dapat membawa perobahan karena itu para pemimpin gereja tidak boleh diam saja dan tabu terhadap politik.

Pemaparan selanjutnya,  Pdt.Gilbert menyampaikan bahwa akhir-akhir ini banyak orang masuk dalam kumpulan "P3".Yang dimaksud dengan P3 adalah : Pemfitnah, penjilat dan Pengkhianat. Ia menekankan agar kita perlu menjadi Pendeta penerobos yang membawa perobahan.

Beliau juga menjelaskankan tentang atmosfir Pilkada sekarang sudah mulai main perdukunan (kuasa kegelapan,Red). "Jangan takut, doa orang benar bila dinaikkan dengan yakin besar kuasanya," tegasnya.

Acara yang dilanjutkan dengan diskusi yang menarik dan diakhiri dengan doa syafaat bagi bangsa dan negara serta sukses Pilkada 2017 yang dipimpin oleh Pdt.Gilbert. Sementara itu, doa berkat oleh Pdt.M Ferry H Kakiay.

Nampak hadir dalam acara ini adalah para pendiri FKKJ, pimpinan gereja, Ketua-ketua Sinode, aktivis Kristiani, pendoa dan teman-teman wartawan media Kristen. Usai diskusi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Sukses Pilkada 2017. GBU [FM].