Berita Bethel
Penulis: Pram (14/02/2017)

Pembelot AS Snowden Disebut Akan "Dipulangkan" ke AS oleh Rusia

Moskow - Stasiun berita NBC News melaporkan bahwa Rusia mempertimbangkan untuk menyerahkan Edward Snowden, seorang kontraktor National Seurity Agency AS yang membelot dan memegang informasi-informasi rahasia AS. Menurut NBC News yang mengutip sumber anonim dari kalangan intelijen, Rusia bersedia menyerahkan Snwowden sebagai ucapan terima kasih atas Presiden AS Donald Trump.

Menurut NBC News, pertukaran Snowden bisa membuat hati Trump melunak dan di masa depan akan lebih menguntungkan kepentingan Rusia.Dalam akun Twitternya, Snowden membantah bahwa dirinya akan ditukar,"Tidak ada negara yang melakukan pertukaran mata-mata karena negara lain akan khawatir jika mata-mata mereka menjadi yang berikutnya".

Di AS, Snowden dicari pemerintah karena tuduhan mata-mata dan pencurian data intelijen. Dia tinggal di Rusia sejak 2013. Snowden sempat berencana ke Ekuador untuk mencari suaka dari perjanjian ekstradisi AS tapi dia tertahan di sebuah bandara di Moskow karena Pemerintah AS membatakan paspornya. Baru-baru ini, Snowden diberikan perpanjangan suaka di Rusia untuk tiga tahun ke depan.

Sebagian warga AS menganggap Snowden sebagai pahlawan yang berani membocorkan rahasia gelap pemerintah tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai pengkhianat yang dapat mengancam keamanan negara.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah konferensi internet di Stockholm setelah pemilihan Presiden AS, Snowden mengatakan dirinya tidak takut akan pemerintahan Trump yang berjanji akan menangkapnya.

"Direktur CIA yang baru ingin pembangkang seperti saya mati tapi apapun yang terjadi, itu bukan masalah buat saya karena saya sudah yakin dengan keputusan-keputusan yang saya ambil," kata dia.

Gedung Putih menolak berkomentar atas isu Snowden kembali ke AS, sementara Departemen Kehakiman mengatakan akan menyambut Snowden.[Sumber : beritasatu.com/Foto : Edward Snowden dan kekasihnya, Lindsey Mills, bertemu di Moskow, Rusia (RT)].