Berita Bethel
Penulis: Pram (28/02/2017)

Hidup untuk Melayani Tuhan

Ibrani 8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Seorang ibu guru bercakap-cakap dengan dua muridnya : Ibu Guru: Tuti, kalau kamu sudah besar nanti cita-citamu mau jadi apa ?. Tuti: Aku mau jadi dokter, punya RS sendiri, rumah sendiri, mobil sendiri, kapal pesiar sendiri dan aku akan bahagiakan suami dan kedua orangtuaku.Ibu Guru: Bagus, mulia sekali cita-citamu,.. kalau kamu Tito ?. Tito: Cita-citaku nikah sama Tuti aja bu Guru.

Dari percakapan diatas kita ketahui, bahwa semua orang ingin dan berharap memperoleh yang terbaik.Tetapi, tidak semua orang bersedia melakukan yang terbaik untuk memperoleh apa yang terbaik. Jadi, apakah artinya melakukan yang terbaik?.

Penulis Kitab Ibrani menuliskan dengan kalimat: " Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga,..." ( Ibrani 8:5 ). Dari kalimat tersebut, dapat kita pahami bahwa pelayanan adalah melakukan segala sesuatu tanggung jawab kehidupan (keluarga, usaha atau pekerjaan,gereja ) sesuai dengan gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga.

Itu artinya bahwa setiap kita ada atau datang serta terlahir ke dalam dunia ini telah membawa sebuah tujuan surgawi yaitu  mengerti kehendak Tuhan, melakukan kehendak Tuhan dan menyelesaikan kehendak Tuhan (keluarga, usaha atau pekerjaan, dan gereja ).

Pelayanan adalah tindakan melakukan segala tanggung jawab secara terbaik (excellent). Tanggung jawab bermakna bukan sekedar bagaimana menghadapi dan melewati masalah (penyakit, kesulitan ekonomi, keluarga) tetapi harus sampai masuk ke dalam rencana Tuhan. Orang Israel tidak cukup keluar dari Mesir, tetapi harus datang pada Tuhan dan hidup bagi Tuhan (Band. Roma 14:7-8, kita hidup untuk Tuhan).

Jadi, melakukan yang terbaik bukan lagi sebagai motif atau modus ataupun alasan demi mengejar hidup yang lebih baik, tetapi harus menjadi mental dan gaya hidup untuk meresponi segala yang terbaik yang Tuhan telah sediakan bagi kita di dalam Dia.

" Jika kita hidup, kita hidup untuk melayani." Apakah artinya bagi kita ?. Melayani bukan untuk mempermudah hidup." ... sama seperti yang diberitahukan kepada Musa,..."(Ibrani 8:5b).

Tuhan memanggil setiap kita bukan untuk menggampangkan atau mempermudah semua urusan kehidupan kita secara murahan, tetapi Tuhan sangat rindu supaya kita mengalami kebesaran Kuasa-Nya dalam melewati jalan-jalan yang dibukakan-Nya yang tidak selalu mudah.

Kerelaaan kita tetap menjalaninya dalam sikap yang berserah dalam tuntunanNya, itulah arti sesungguhnya dari kata melayani.Band. Ayub 23:10 - Melayani = Mengikuti jalan-jalan Tuhan sebagai bentuk ujian hati atau motivasi, pembersihan atau pemurnian dan masa-masa persiapan.

Jadi, melayani bukan berusaha membujuk-bujuk, mengambil hati Tuhan agar semua urusan kehidupan kita dipermudah. Tetapi, melayani adalah kerelaan kita diproses Tuhan untuk menemukan, menjalankan serta menyelesaikan rencana Allah dalam keluarga, usaha  atau pekerjaan, dan gereja kita.

Melayani bukan mencari kepuasan, tetapi menunjukkan keteladanan hidup." ,... bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu..." ( Ibrani 8:5d ). Salah satu tujuan dari seluruh perbuatan manusia dalam kehidupannya adalah mencari rasa puas lewat hasil secara bendawi, apresiasi secara kedudukan serta pujian dan pengakuan secara sosial.

Itulah mentalitas bangsa Israel ketika baru keluar dari tanah Mesir, sehingga seluruh bentuk ketaatan mereka terhadap segala bentuk tuntunan Tuhan selama dipadang gurun adalah untuk mendapatkan rasa puas dan rasa nyaman jauh dari penindasan jasmani di tanah Mesir.

Dalam arti kata sebenarnya bangsa itu sedang memperalat Tuhan yang walaupun Allah tidak bisa diperalat oleh siapa pun adanya.Band. Hosea 11:4 - Melayani = Memberi diri dipakai Tuhan sebagai alat menunjukkan keteladanan. Dunia ini membutuhkan keluarga teladan, pengusaha atau pekerja teladan, dan gereja teladan.

Kita harus menemukan, menghidupi dan menyelesaikan rencana atau kehendak Tuhan pada keluarga kita masing-masing, usaha atau pekerjaan kita masing-masing dan gereja kita.

Dengan menemukannya kita sedang menghadirkan keteladanan dan bukan mempertontonkan kepuasan di tengah-tengah dunia ini.Jadi, melayani bukan usaha mencari dan menunjukkan rasa puas tetapi memberi diri untuk dipakai-Nya sebagai teladan kehidupan sebagai gambaran dan bayangan apa yang ada di surga. [Pdt. Yusuf Sumitro Pasaribu, MTh/Foto : Ilustrasi].