Berita Bethel
Penulis: Pram (03/04/2017)

BPD Barito dan BPD Kal-Sel : Terima Sumbangan Motor dari GBI Gatot Subroto, Jakarta

Beberapa waktu lalu, perwakilan BPH GBI (Sekretaris I, Pdt. Naftali Untung, MTh) menyerahkan bantuan beberapa unit motor (kendaraan roda dua) dari GBI Gatot Subroto, Jakarta kepada beberapa hamba Tuhan di wilayah BPD GBI Barito dan BPD GBI Kalimantan Selatan.

Penyerahan disaksikan langsung oleh perwakilan GBI Gatot Subroto Jakarta (Pdt. Odi) dan perwakilan BPH GBI (Sekretaris I, Pdt. Naftali Untung, MTh). Hadir pada acara serah terima ini masing-masing Ketua BPD GBI setempat atau perwakilan dan penerima bantuan. Redaksi merangkum kesaksian pelayanan para penerima motor dan ucapan terima-kasih kepada GBI Gatot Subroto dan BPH GBI. Selamat membaca.

1.Pdp. Araiyan S. Pdk, Gembala Jemaat GBI Marangga (Barito). Merintis pelayanan dengan jumlah jemaat 3 jiwa dengan kondisi bangunan gereja nyaris roboh. Sejak tahu 2013 sampai saat ini, atas anugerah-Nya, saya membaptis 9 jiwa baru.

Jumlah jemaat Marangga saat ini 11 kepala keluarga dewasa = 21 orang, pemuda 11 orang dan sekolah minggu 14 orang . Total jemaat berjumlah 46 jiwa. Kami sudah memiliki tanah ukuran 20 X 30 m2  dan kerinduan untuk memiliki tempat ibadah yang layak. Saya dan jemaat sangat bersyukur atas bantuan kendaraan motor yang di berikan kepada saya. Tuhan memberkati.

2.Pdp. Harnita  (Barito). Saya pelayanan di Desa Saing,Ampah Kecamatan Dusun Tengah. Jarak antara rumah dengan pelayanan 80 km dan menempuh 2 jam perjalanan dan kalau naik taxi 1 jam perjalanan. Selama 6 tahun pelayanan, saya  pinjam motor ipar.  Saya lulusan sekolah Misi dan sudah ikut ujian pejabat sejak hari itu saya melayani di Desa Saing,  dimana jemaat yang saya layani adalah semua petani karet dan ada diantara mereka yang kurang mampu untuk membeli kebutuhan sehari-hari.   

Mula-mula, saya melayani dengan jumlah jemaat 1 orang dan sekarang berkembang menjadi 20 orang (6 KK). Meskipun melayani di tengah-tengah kondisi jemaat  yang serba terbatas, Kami tetap semangat dan setia dalam melayani. Kerinduan kami bisa memiliki tempat ibadah (gereja). Kami sangat berterima-kasih atas bantuan sepeda motornya, hanyalah Tuhan yang membalas kebaikan bapak atau ibu. Tuhan memberkati.

3.Pdt. Astro (Kalimantan Selatan). Gembala Jemaat GBI Kamawakan RT 1, RK 1, Kec. Voksado, Kab. Kandangan (Kalimantan-Selatan). Saya melayani sejak tahun 1995 dan sekarang melakukan perintisan jemaat baru di daerah Datar Pacung. Saya mengucapkan terima-kasih kepada jemaat GBI Gatot Subroto dan BPH GBI yang telah memberikan bantuan motor untuk membantu dalam pelayanan kami. Tuhan memberkati.

4.Pdt. Eldath J Andilan (Kalimantan Selatan). Saya melayani di GBI Paramasan, GBI Karang Liwar, GBI Ekklesia Ps. Gunung Besar Batu Licin sebagai Gembala.  Mulai pelayanan di GBI Paramasan pada tahun 2004 sampai saat ini. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus sebab Dia memperlengkapi setiap hamba-hambanya dalam pekerjaan Tuhan.

Saya sangat bersukacita atas bantuan dari donatur (GBI Gatot Subroto) boleh menjadi saluran berkat bagi pelayanan kami di daerah-daerah.Lokasi pelayanan kami yang baru (GBI Karang Liwar) dari tempat tinggal kami ± 80 km, jadi mendapat sepeda motor itu adalah suka-cita besar bagi kami. Kami tak dapat membalas kebaikan donatur, hanya doa kami biar Tuhan Yesus semakin memakai GBI Gatot Subroto Jakarta (Gembala, pelayan Tuhan dan jemaat) semakin besar dan terus diberkati Tuhan Yesus dan Ia dipermuliakan. GBI semakin maju. Amin.

5.Pdm. Rosita Hartati (Kalimantan Selatan), Sekretaris BPD GBI Kalimantan Selatan. Saya menyaksikan tentang seorang pelayan Tuhan yang luar biasa, setia, ulet, gigih dalam melaksanakan panggilan hidupnya sebagai seorang hamba  Tuhan di pedalaman Kalimantan Selatan di antara kehidupan suku Dayak Lawangan Desa Dambung Raya Kabupaten Tabalong dengan keterbatasan.

Keberadaan motor sangat diperlukan guna kelancaran penggembalaan Pdm. Yurdianes di lokasi dua gereja masing-masing GBI Dambang Raya di Desa Bina 3 dan GBI Misim di Desa Misim. Menuju lokasi gereja dibutuhkan perjuangan karena kontur tanah yang terdiri dari lumpur (tanah liat).

Sebenarnya jarak Desa Bina 3 hanya 30 km dari kota Tanjung dan dari Desa Bina 3 hanya 8 km menuju desa Misim tapi perjalanan ini bisa ditempuh menjadi 13 jam dengan naik motor atau empat hari dengan berjalan kaki.  

Selama ini mereka hanya berdoa agar Tuhan mengirimkan berkat-Nya berupa motor. Puji Tuhan,  jawaban doa datang.  Tuhan memberikan motor melalui GBI Gatot Subroto, Jakarta. Pada acara serah terima, Pdm. Yurdianes tidak bisa hadir karena tidak sanggup jalan kaki ke lokasi karena hujan yang turun terus menerus. Kondisi ini  membuat jalan tidak bisa dilalui.Rasa syukur dan suka-cita Pdm. Yurdianus dan isterinya Pdp. Ellya atas sebuah motor tentunya tidak terlukiskan dengan kata-kata.  Tuhan Yesus memberkati GBI Gatot Subroto dan BPH GBI..Amin

6.Saya, Pdp. Marcos Da Costa Ribeiro (Kalimantan Selatan), melayani di GBI Desa Uren RT. 1, Kec. Halong, Kab. Balangan. Pelayanan lainnya yaitu GBI Panikin Desa Mayanan Kec. Tebing Tinggi Kab. Balangan,  Pos PI Desa Mantuyan Kec. Halong Kab. Balangan Dan Pos PI Desa Marajai Kec. Halong Kab. Balangan.

Oleh anugerah-Nya sejak tahun 2006, saya merintis pelayanan di daerah ini. Tahun 2010, saya mulai menggembalakan beberapa jemaat yang terdiri dari 6 KK yang terdiri dari 32 (tiga puluh dua jiwa) tepatnya di Desa Uren Kec. Halong Kab. Balangan. Banyak masalah dan tekanan yang saya hadapi kala itu.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Gembala dan seluruh staf serta seluruh jemaat GBI Gatot Subroto Jakarta yang hari ini peduli dengan pelayanan saya.

Saya sudah berdoa untuk sarana transportasi yang melancarkan roda pelayanan ini selama tiga tahun. GBI Gatot Subroto Jakarta  sebagai alat Tuhan atas jawaban doa ini. Kita semua harus tetap ada (setia)  dan melayani sampai garis akhir. Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati GBI Gatot Subroto dan BPH GBI. Amin !!!.

7.Pdp. Herlina (Kalimantan Selatan). Saya melayani di jemaat GBI Bulu pada tahun 2006 – saat ini karena anugerah-Nya yang luar biasa. Saya telah diangkat menjadi Pdp di acara Musyawarah Daerah tahun 2006 di Pangkalanbun,  Kalimantan Tengah.

Saya melayani di GBI Bulu dari tahun 2006- sekarang ini. Jika saya bisa bertahan lama itu karena kasih anugerah Tuhan Yesus yang besar. Gereja dibagun secara swadaya dengan bahan baku kayu durian dan kayu sederhana lainnya. Sebelum menerima bantuan motor ini, saya melayani dengan berjalan kaki dan  ikut (menumpang) kendaraan perusahaan setempat.

Jemaat GBI Bulu ada 8 KK (sekitar 30 orang aktif beribadah). Selain itu, saya juga melayani 2 KK, termasuk 2 orang anak dan beberapa simpatisan di GBI Tamparak. Melalui bantuan motor ini, saya optimis bahwa kendaraan ini akan menunjang pelayanan. Sehingga pelayanan semakin maksimal dan berkembang.

Saya percaya dan berdoa supaya Tuhan Yesus membalas setiap taburan yang sudah diberikan sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih kepada BPH GBI, para hamba-hamba Tuhan seperti Bapak Pdt. DR. Jacob Nahuway MA, Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo, Pdt. Odi dan Pdt. Naftali Untung dan lain-lain yang telah  rela hati membantu saya dan pelayanan di sini. [BPH GBI/Editor : Prambudi].