Berita Bethel
Penulis: Pram (03/04/2017)

BPD Papua : Diklat Mimbar Bethel

BPD Propinsi Papua GBI melaksanakan diklat singkat selama sehari (31/03/2017) bagi para gembala dan pejabat GBI dengan tajuk “Mimbar Bethel Indonesia”. Diklat ini merupakan tindak lanjut dari rapat khusus tim 9 BPD dan bidang Teologi BPD dalam menghadapi maraknya pengajaran Sion Kids yang berakar pada Zionisme.

Dimana pengajaran ini mulai berkembang di Papua, khususnya kota Jayapura dan mulai membawa pengaruh ke dalam jemaat GBI, sehingga dipandang perlu untuk mengadakan diklat bagi para gembala dan pejabat untuk dapat menyatukan argumen terhadap pengajaran Sion Kids ini.

Dalam diklat “Mimbar Bethel” ini, sebanyak 40 orang peserta yang hadir adalah para gembala dan pejabat yang sebagian besar berada di lingkup Badan Pekerja Wilayah Kota Jayapura. Selain para gembala dan pejabat, turut hadir pengurus BPD Provinsi Papua GBI dan juga anggota MPL.

Diklat Mimbar Bethel ini sendiri dibagi menjadi tiga sesi yg di bawakan oleh Pdt. Arnold Katiandagho, S.Th, MM pada sesi pertama, kemudian Pdt. Christian Warouw, M.Min pada sesi kedua, dan ditutup oleh Pdt. Elisa Sutimin, S.Th, MA pada sesi terakhir.

Dalam diklat “Mimbar Bethel” ini seluruh peserta diajak untuk mempelajari apa itu Zionisme, bagaimana pengajaran dasar Zionis itu sendiri, serta berbagai macam alirannya dan juga perkembangannya hingga pengajaran ini bisa sampai dan menyebar di Papua.

Secara umum, diklat "Mimbar Bethel" ini bertujuan untuk membuat para Gembala dan Pejabat GBI dapat memahami secara baik sejauh mana pergerakan seperti Sion Kids ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan kerohanian jemaat GBI.

Sehingga para gembala dan pejabat dapat mengantisipasi agar jemaat jangan sampai turut serta atau bahkan terlibat secara langsung dan membuat perpecahan dalam jemaat.

Peserta juga diajak untuk berdiskusi dan menyatukan persepsi untuk dapat menyikapi pengajaran Sion Kids ini melalui pengajaran dasar Gereja Bethel Indonesia dan yang paling utama kembali kepada kebenaran dari Firman Tuhan itu sendiri agar setiap gembala dan pejabat yang ada bisa tetap memiliki dasar Firman Tuhan yang kuat dalam menghadapi pengajaran-pengajaran seperti Sion Kids ini ataupun pengajaran lainnya ke depannya.[Hansel Maniagasi-BPD GBI Propinsi Papua].