Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2017)

Allah Menjaga Nyawamu

Ayub 8:10 Bukankah mereka yang harus mengajari engkau dan yang harus berbicara kepadamu, dan melahirkan kata-kata dari akal budi mereka?. 8:11 Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air?. 8:12 Sementara dalam pertumbuhan, sebelum waktunya disabit, layulah ia lebih dahulu dari pada rumput lain.

Perjalanan iman Ayub yang  luar biasa sungguh menjadi satu pegangan bagi kita sebagai anak-anak Tuhan dalam menjalani kehidupan ini. Sebagai  seorang percaya yang begitu saleh dia tidak luput dari ujian atau cobaan yang dilakukan Iblis atas seijin Tuhan.

Memang  tidak adil sepertinya seorang yang begitu mengasihi Tuhan harus mengalami ujian atau cobaan yang begitu berat. Ayub sendiri ber tanya-tanya dalam kebingungan tentang semua hal yang dia alami, mengapa Allah mengijinkan pencobaan yang berat terjadi dalam hidupnya, tetapi meskipun  Ayub dilanda kebingungan,

ia tetap mengakui bahwa pemeliharaan Allahlah  yang  menjaga nyawanya, Allahlah  yang  memberikan hidup dan menyatakan kasih setia-Nya kepada Ayub. Nyawa  lebih penting dari apapun, lebih penting dari har ta benda, lebih penting dari kepintaran, lebih penting dari ketenaran, lebih penting dari kekuasaan. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat. 16:26).

Seringkali  dalam kehidupan kita pun  terjadi demikian, masalah dan pergumulan datang bergantian. Ada beberapa sakit penyakit dan masalah yang memang diijinkan  terjadi dan belum tersembuhkan atau terselesaikan. Karena begitu lamanya cobaan itu, kita tergoda untuk menyalahkan Tuhan dan meninggalkan Tuhan.

Perkataan “tidak ada mujizat terjadi” keluar dari dasar hati kita karena keluhan atas tiadanya per tolongan Tuhan. tetapi sadarkah kita bahwa hidup kita pun itu sudah mujizat? Jika kita bisa setia dan percaya bahkan ditengah-tengah pencoban itu adalah mujizat. Anugerah terbesar sudah Tuhan berikan kepada kita yaitu keselamatan  jiwamu.

Fokus hidup kita bukanlah kepada permasalahan,  akibat penyakit maupun cobaan hidup, fokus hidup kita adalah Tuhan. Ar tinya adalah setiap waktu dalam hidup kita adalah kesempatan untuk mengenal Tuhan dan mengasihi Tuhan.

“Hidup dan kasih setia Kau karuniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku” (Ayub 10:12). Jika Tuhan memelihara  kita dengan menjaga nyawa kita, maka sebetulnya itulah pemeliharaan Allah yang sempurna, menunjukkan kepada kita bahwa yang paling berharga dari hidup kita dijaga oleh Dia.

Dengan Allah menjaga  nyawa kita maka kita akan mampu  mencari  semua kebutuhan jasmani kita, kita mampu memikirkan  tindakan-tindakan  yang kita lakukan dalam menghadapi masalah- masalah kehidupan, karena nyawalah yang menjadikan kita hidup sebagai manusia normal.

Jika Allah menjaga nyawa kita maka otomatis jasmani kita juga akan dijaga-Nya. Lebih dari jasmani kita pun akan merasakan pemeliharaan Tuhan. Kesempatan hidup yang Tuhan berikan tidak sekedar untuk kebutuhan jasmani saja, tetapi juga untuk per tumbuhan rohani. Tuhan memelihara kita agar iman kita semakin teguh kepada-Nya hari demi hari.

Karena itu janganlah kamu kuatir akan hal-hal yang fana, yang hari ini ada dan besok lenyap. Allah akan memelihara  kita dengan sempurna ketika kita berjalan dalam jalan yang telah ditetapkan Allah untuk kita jalani.

Dalam perjalanan  hidup kita bisa saja kita mengalami kecelakaan, menemui banyak masalah, ada ranjau paku, ada jalan yang berlubang, ada rampok, ada begal dan sebagainya, namun janganlah terlalu kuatir karena Allah akan menjaga  nyawamu. 

Allah tetap setia berjalan disampingmu. Bagian kita adalah tetap berjalan di jalannya Allah, taat pada firman-Nya, setia mengiring Yesus, maka kita akan mengalami pemeliharaan Allah yang sempurna. Tuhanlah penjagamu,  Tuhanlah naunganmu. Amin.[Sumber : R.A.B-Pdt. dr. Olly E. Mesach/Foto : Istimewa].

Pemeliharaan Tuhan bukan hanya menjamin kebutuhan jasmani  tetapi juga pertumbuhan rohani