Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2017)

Tax Amnesty Bisa Dorong Kinerja Perbankan

Jakarta-Dana repatriasi yang masuk ke sistem perbankan diharapkan bisa meningkatkan likudititas dari industri keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan ini bisa meningkatkan kinerja perbankan pada tahun ini.

Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komioner OJK mengatakan, tax amnesty jumlah dana repatriasi yang masuk ke sistem perbankan tercatat sebesar Rp 103 triliun. Dengan dana ini diharapkan bisa menambah amunisi bank untuk penyaluran kredit.

Regulator mikroprudensial ini optimistis pertumbuhan kredit pada 2017 ini berkisar antara 9% sampai 12% secara tahunan atau year on year (yoy). "Secara umum sampai kuartal-I 2017 pertumbuhan kredit perbankan masih sesuai dengan estimasi,"  ujar Muliaman ketika ditemui di acara Annual Meeting ICC Banking Commission, Rabu (5/4).

Namun Muliaman enggan mendetailkan berapa realisasi pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal I-2017. Untuk NPL pada kuartal I-2017 OJK mencatat sebesar 3%.

OJK catat Rp 103 T dana repatriasi masuk ke bank.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada akhir periode program pengampunan pajak atawa tax amnesty, sebanyak 70% dana repatriasi sudah masuk ke sistem perbankan. Dana repatriasi yang masuk ke sistem perbankan ini mayoritas disimpan di beberapa produk investasi seperti deposito dan surat berharga.

Berdasarkan data Ditjen Pajak, tercatat dana repatriasi yang berhasil dikumpulkan dalam program pengampunan pajak sebesar Rp 147 triliun. Sehingga bisa dihitung jumlah dana repatriasi yang masuk ke sistem perbankan tercatat sebesar Rp 103 triliun.

Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, setelah program pengampunan pajak berakhir, regualtor masih akan berkoordinasi dengan Ditjen Pajak.

“Apalagi, dana repatriasi tiga tahun harus ditempatkan di Indonesia,” ujar Muliaman, setelah acara Launching Forum CEO Sikompak Syariah, Senin (3/4).OJK akan memonitor dana repatriasi yang masuk ke sistem perbankan. Sehingga nantinya dana ini bisa berperan dalam meningkatkan kinerja perbankan dan industri keuangan secara umum.[Sumber : kontan.co.id/Foto : Antara].