Berita Bethel
Penulis: Pram (11/04/2017)

Tambah Iman = Tambah Aman

Lukas 17:5-6 "Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!". Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Rasa aman turut mempengaruhi rasa percaya diri kita. Lalu dari manakah rasa aman manusia ?. Kecukupan materi bisa memberi rasa aman; dengan materi bisa ada dimana saja, dengan siapa saja, bisa hadir dalam keadaan apa saja.

Contoh : Orang kaya (bergelar atau tidak bergelar akademis). Status sosial juga bisa memberi rasa aman; latar belakang pendidikan yang mapan, latar belakang keluarga terpandang, latar belakang pekerjaan yang terhormat.Contoh : Tokoh [Public Figure]. Lalu, cukupkah 2 hal itu untuk memberi rasa aman di hidup manusia ?.

Untuk menanggapi kalimat-kalimat penjelasan Yesus, maka para rasul mengajukan permintaan: " Tambahkanlah iman kepada kami." ( ayat 5 ). Apakah iman itu ?. Iman harus mengandung unsur-unsur : mengenal, mempercayai dan mengandalkan.

Iman kepada Yesus adalah mengenal, mempercayai dan mengandalkan Yesus satu-satunya sebagai Tuhan dan Juru Selamat di hidup kita.Dari permintaan para rasul kepada Yesus, kita mengetahui bahwa semua manusia membutuhkan rasa aman menghadapi hal-hal yang menakutkan dan membahayakan ( ayat 1-4 ).

Rasa aman yang bersumber dari iman kepada Tuhan merupakan sumber rasa aman sejati, tetapi iman itu sendiri tidak jadi secara otomotis ( ayat 5 ) perlu proses, sehingga makin beriman maka makin aman.

Lalu iman seperti apa yang dimaksudkan pada kalimat; tambah iman, tambah aman ?. 1. Iman yang bertumbuh.",... mempunyai iman sebesar biji sesawi saja,..." ( ayat 6a ). Biji sesawi akan menjadi pohon sebuah rimbun suatu saat, melalui proses pertumbuhan. Band. Lukas 13:19 - Bertumbuh = Berubah bentuk, ukuran dan kegunaan.

Awalnya setiap kita adalah manusia yang sangat tergangung pada orang lain (bayi sampai anak-anak), tapi kita harus bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan akhirnya bisa berkontribusi atau menjadi berkat bagi yang lain.

Rasa aman kita alami, ketika kita menjadi saluran berkat bagi sesama dan dunia sekitar seperti pohon sesawi yang menjadi tempat bertenggernya burung-burung di udara dan perteduhan bagi manusia yang sedang melintas dekatnya.

Jadi, semakin rela menjadi berkat ( iman bertumbuh ), maka semakin rasa aman kita alami dalam kehidupan ini. Kontribusi kita sebagai saluran berkat bagi sesama adalah dalam bentuk yang bervariasi, lewat doa dan dana serta daya atau tenaga.

2. Iman yang berkuasa.",... kamu dapat berkata kepada pohon ara ini,..." ( ayat 5b ). Ukuran berkuasa bagi dunia adalah " memerintah " lewat suatu jabatan pemerintahan / organisasi, walaupun tidak selalu menuai ketaatan dari masyarakat atau orang-orang yang sedang diperintah.

Memerintahkan pohon ara terbantun atau tercabut lalu tertanam di dalam laut, memerlukan pemahaman yang konkrit. Band. Matius 21:21 - Berkuasa = penuh percaya pada apa yang sedang diperkatakan dan dilakukan.

Semakin kita percaya dengan ucapan dan tindakan kita, semakin penuhlah rasa aman kita dalam hidup ini. Jadi, rasa aman berasal dari rasa percaya diri yang mantap atas apa yang kita ucapkan dan kita lakukan, dan akhirnya rasa percaya diri kita bersumber dari sikap bertanggung jawab kita yang penuh dihadapan Tuhan dan sesama, untuk semua tugas yang dipercayakan kepada kita.( Pdt Yusuf Sumitro Pasaribu,M.Th/Foto : Istimewa )