Berita Bethel
Penulis: Pram (11/04/2017)

Membangun Kesadaran Hadapi Masa Pensiun

Jakarta-Masyarakat masih banyak yang belum mempersiapkan sedari dini masa pensiun. Apabila persiapan dilakukan sejak awal dan melalui mekansime yang matang maka bukan tidak mungkin akan memberikan kenyamanan finansial di saat sudah tidak produktif lagi dalam bekerja.

Apalagi, nilai uang dari tahun ke tahun terus berubah. Jika pada era 1980-an uang ratusan ribu rupiah dapat digunakan untuk membeli motor, kini uang dengan nominal yang sama hanya cukup untuk makan di restoran. Melihat kenyataan itu maka perlu rencana matang untuk menghadapi masa pensiun, meski mungkin baru akan benar-benar menjalaninya 20-30 tahun lagi.

Tidak ditampik sudah banyak contoh negatif dari mereka yang tidak merencanakan keuangan secara matang untuk memasuki masa pensiun. Mulai dari kesulitan finansial karena tidak ada penghasilan yang datang akibat sudah tidak bekerja lagi serta harus berutang karena tidak memiliki tabungan mencukupi ketika sakit melanda dan membutuhkan biaya tidak sedikit.

Guna menghindari risiko seperti itu maka disarankan untuk memiliki perencanaan keuangan yang matang. Tidak ada salahnya mulai mencari lembaga keuangan yang menawarkan produk atau program pensiun, edukasi persiapan masa pensiun dari sisi keuangan, hingga belajar investasi agar bisa dinikmati di masa sudah tidak produktif lagi.

Untuk mempersiapkan masa pensiun, seseorang bisa memilih sejumlah tawaran program pensiun termasuk investasi yang bisa dinikmati saat memasuki masa pensiun. Membangun kesadaran masa pensiun sangat penting mengingat usia harapan hidup orang Indonesia dari waktu ke waktu semakin mengalami peningkatan.

Artinya, usia harapan hidup yang terus meningkat tersebut perlu dibarengi dengan upaya mempertahankan gaya hidup karena tersedianya penghasilan yang layak di masa pensiun. Jika perencanaan sudah dilakukan secara matang, seseorang yang memasuki masa pensiun tidak akan kebingungan dan memberatkan sanak saudara atau kerabat ketika terjadi masalah finansial.

Berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan 2016 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat tingkat literasi keuangan dana penisun di Indonesia berada di angka 10,91 persen, mengalami kenaikan sebanyak tiga persen dibandingkan dengan di 2013. Sedangkan tingkat inklusi keuangan dana pensiun mencapai 4,66 persen, naik tiga persen dibandingkan di 2013.

Sementara itu, masyarakat yang hendak mempersiapkan masa pensiun tidak ada salahnya mulai berinvestasi sekarang ini dengan harapan ketika memasuki masa tersebut maka tidak ada kesulitan dari aspek keuangan. Dalam hal ini, instrumen investasi seperti reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan.

Director of Business Development Manulife Aset Manajemen Indonesia Putut Endro Andanawarih mengatakan, sebelum memilih instrumen investasi yang bisa dipergunakan pada saat memasuki masa pensiun perlu diketahui bahwa tiap instrumen investasi memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

"Investasi mempunyai karakteristik yang beda-beda. Misal, untuk masa pensiun memilih rumah adalah instrumen yang baik tapi pertanyaanya adalah apakah mungkin kita membeli rumah setiap hari. Kan susah. Apalagi kalau uang terbatas sebagai pegawai," kata Putut.

Putut menilai, solusi dari persoalan itu demi mencapai kemapanan finansial pada saat pensiun adalah berinvestasi di reksa dana. Mulai dari sekarang seseorang yang bekerja perlu menyisihkan sejumlah pendapatannya untuk ditempatkan di instrumen investasi yang dalam hal ini adalah reksa dana.

"Bisa dengan sisihkan uang ke reksa dana karena reksa dana bisa dibeli kapan saja. Pilihannya juga beragam dari risiko yang rendah hingga risiko yang tinggi. Untuk pensiun maka cocok reksa dana saham, seperti itu," tegas Putut.

Di sisi lain, Penasehat Keuangan Janus ID Dwita Ariani menilai, seseorang bisa menempatkan dana investasi di mana saja sesuai dengan kapasitas dan kemampuan diri dalam menerima tingkat risiko yang ada. Adapun salah satu investasi yang bisa dipilih untuk mempersiapkan masa pensiun adalah investasi di properti.

"Investasi di properti itu ciri-cirinya ada peningkatan nilai tiap tahun. Jadi, sebuah aset produktif ini bisa memberikan kita hasil investasi baik secara tahunan maupun bulanan, tergantung dari jenis propertinya," ungkap Dwita.

Namun demikian, dirinya menilai positif bila seseorang hendak berinvestasi di sektor properti untuk mempersiapkan masa pensiun. Apalagi properti yang diinvestasikan itu berupa kos-kosan atau rumah kontrakan. Tentu hal itu akan memberi keuntungan dan bisa memenuhi kebutuhan hidup.

"Sebagai kos-kosan atau rumah kontrakan akan memberikan imbal hasil secara rutin. Itu bisa berikan income pasif tiap bulan yang menggantikan gaji kita di saat usia pensiun. Itu penting," tegasnya.

Lebih lanjut, ada beberapa tip untuk merencanakan masa pensiun yang bahagia dan sejahtera: 1. Berpikir positif. Berpikir positif sama halnya dengan berprasangka baik terhadap segala sesuatu. Hindari memandang hidup dan permasalahan yang ada dari sisi negatif. Mengapa penting untuk berpikir positif?. Sebab, dengan berpikir positif akan membantu Anda menjadi lebih percaya diri, hidup lebih tenang, dan membuat orang-orang di sekitar merasa nyaman berada di dekat Anda.

2. Siapkan mental. Sering kali terjadi, mereka yang menghadapi masa pensiun dilanda stres. Setelah bekerja puluhan tahun, tiba-tiba dihadapkan pada kondisi menganggur tanpa pekerjaan. Pendapatan bulanan yang biasa diterima pun tiada lagi. Kalau pun ada, jumlahnya minim.

Oleh karena itu, sangat penting mempersiapkan mental. Terima dengan lapang dada, jauhi perasaan minder dan tak dibutuhkan lagi. Ambil hikmahnya, bahwa Anda tak perlu lagi berangkat pagi dan pulang larut malam, terjebak macet di jalan, dan stres karena pekerjaan yang tak kunjung selesai. Anda kini memiliki lebih banyak waktu luang untuk bercengkrama bersama cucu, atau melakukan hobi yang tertunda.

3. Investasi. Beberapa pilihan investasi bisa Anda pilih, di antaranya investasi bangunan, properti, obligasi, deposito, dan saham. Sebelum memutuskan berinvestasi, pelajari dengan teliti dan tengok kondisi keuangan Anda terlebih dahulu. Jangan sampai gegabah berinvestasi yang malah menimbulkan utang atau masalah keuangan lainnya.

4. Proteksi diri. Proteksi diri mesti Anda pikirkan sejak jauh-jauh hari. Daftarkan diri Anda sebagai peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, dan asuransi. Asuransi memiliki keunggulan karena memiliki proteksi terhadap risiko sakit, cacat, penyakit kritis, dan meninggal dunia.

5. Jalani gaya hidup sehat. Gaya hidup memengaruhi kesehatan seseorang. Efeknya mungkin tidak langsung Anda rasakan sekarang, tapi nanti saat usia mulai menua. Banyak penyakit bersumber dari pola hidup buruk yang dijalani sebagai kebiasaan sehari-hari. Mulai gaya hidup sehat dengan memasukkan sayur dan buah dalam daftar makanan yang harus ada setiap kali Anda makan.[Sumber naskah : metrotvnews.com/Foto : Ilustrasi]