Berita Bethel
Penulis: Pram (12/04/2017)

Jelang Paskah, Mesir Perketat Penjagaan Gereja

Jakarta - Usai serangan bom yang meledakkan dua gereja koptik di Mesir, Presiden Abdel Fattah al-Sisi memerintahkan militer memperketat penjagaan di struktur ‘vital dan penting’. Beberapa fasilitas yang mendapat perhatian utama adalah gereja, terutama menjelang perayaan Paskah, 16 April 2017 mendatang.

Selain itu, Sisi juga mengajukan adanya kondisi darurat selama tiga bulan ke parlemen dan menyatakan perang melawan teror akan ‘lama dan menyakitkan’.

Kristen Koptik, yang dianut sekitar 10 persen dari populasi Mesir, kerap menjadi target serangan dalam beberapa bulan terakhir.Sebelum ledakan ganda di dua gereja di Tanta dan Alexandria, Desember 2016 lalu, bom juga mengguncang gereja koptik di Kairo, menewaskan 25 orang dan melukai puluhan lainnya. Adapun ledakan ganda di dua gereja koptik tersebut menewaskan setidaknya 44 orang dan melukai ratusan lainnya.

Kelompok tertentu menuding penganut Koptik sebagai pendukung kudeta militer yang menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada 2013.Usai insiden tersebut, banyak penganut Kristen Koptik yang mendapat ancaman dari kelompok tertentu. Setidaknya 40 gereja di Mesir telah jadi korban serangan, sejak lengsernya Morsi.

Namun sebelum itu, Kristen Kotik juga kerap menjadi korban penyerangan dari kelompok tertentu. Pada Oktober 2011 silam, sebanyak 30 orang, kebanyakan penganut Kristen Koptik, tewas di depan stasiun televisi di Kairo, dalam aksi demonstrasi berujung ricuh yang mengecam pembakaran gereja di Mesir Selatan.

Sementara, beberapa bulan sebelumnya, sebuah bom meletus di gereja Kristen Koptik di Alexandria, pada tahun baru dan menewaskan 20 orang.Kelompok ini  juga kerap menyebarkan video ancaman bagi para penganut Kristen Koptik.

Sisi, yang pada waktu itu merupakan panglima yang membantu melengserkan Morsi, terus meningkatkan kekuatan militer dan menuduh kelompok tertentu menyerang Koptik untuk memecah belah negara.[Sumber : cnnindonesia.com]