Berita Bethel
Penulis: Pram (03/05/2017)
Doa Menghadirkan Perubahan Bagi Wilayah

Gereja turut berperan membangun ekonomi desa sehingga bisa terwujud kesejahteraan di masyarakat desa. Hal itu disampaikan Dr. Iman Santoso, Pembina TCI (Transform-world Connection Indonesia) ketika berbicara sebagai nara sumber pada acara pertemuan inspirasional dengan tema "Peran Ekonomi Kreatif Dalam Misi Transformasi Desa" di Graha Bethel, Jakarta (Rabu, 3/5).

Tidak ketinggalan, beberapa stan yang memaperkan hasil-hasil produksi ekonomi kreatif yang merupakan hasil binaan di berbagai desa. Dr. Iman memaparkan tentang upaya seorang hamba Tuhan di Korea Selatan, Kim Yong Ki (1908–1988) usai perang Korea di sekitar tahun 1950 - 1960-an untuk mensejahterakan desa di wilayah tempat tinggalnya. Pada waktu itu, pendapatan GNP per kapita USD 85 atau Rp. 100.000 per bulan.

Doa Membawa Perubahan. Desa itu hancur akibar perang dan menjadi tandus. Namun hamba Tuhan ini tidak kenal menyerah. Setiap hari Kim berdoa selama empat jam dengan rincian dua jam di pagi hari dan dua jam di malam hari, dilengkapi dengan membaca Firman Tuhan. Setelah selesai dengan aktifitasnya, ia tumpang tangan dan berdoa di atas tanah-tanah di desanya.

Singkat cerita, tanah-tanah di wilayah itu menjadi subur dan mudah untuk ditanami, serta menghasilkan hasil yang baik. Ia memberikan istilah kegerakan ini sebagai "Gerakan Desa Baru". Kim menerima penghargaan Ramon Magsaysay Award for Public Service di tahun 1966 dari Pemerintah Filipina. Sebelumnya,  Ia mendirikan Sekolah Pertanian (Sekolah Kanaan) di Gwangju, Gyeonggi pada tahun 1962.

Saemaul Undong Suatu Reformasi Pertanian. Presiden Park Chung Hee pernah berkunjung ke pertanian di desa itu,  pada tanggal 22 September 1970 mengadopsi dan mencanangkan sistem itu untuk memajukan dan memodernisasi pertanian di seluruh wilayah di Korea Selatan.

Ia memberikan nama Gerakan Desa Baru [Bahasa Korea : Saemaul Undong dan Bahasa Inggris : New Community Movement, New Village Movement, Saemaul Movement or Saema'eul Movement].

Hasil-hasil Doa. Kini, berkat doa maka rakyat dan negara Korea Selatan dengan total populasi 48 juta jiwa 'memetik' hasil alias panen raya dalam bentuk teknologi inovasi misalnya alat-alat telekomunikasi, HP dan lain-lain. Selanjutnya di bidang edukasi, banyak warga yang berpendidikan tinggi dan makin banyak bergelar PhD (educated workforce).

Pertumbuhan ekonomi yang bagus dan cepat saat ini. Di bidang kerohanian, Kor-Sel mengirimkan misionaris terbesar kedua setelah USA. "Jika gereja tidak berperan (bertindak) maka tidak akan terjadi apa-apa," tegasnya.

Kalahkan Kejahatan dengan Kebaikan. Di sesi pemaparannya yang berjudul "Suffering and Glory", Dr. Iman Santoso menegaskan jika (gereja, orang percaya) bersedia hidup benar, setia kepada Tuhan maka suatu negara akan mengalami perubahan. Selain itu, ia berpesan agar kebaikan mengalahkan kejahatan sesuai dengan Roma 12:19-21.

Panggilan Tuhan buat orang percaya bukan hanya bersaksi saja (Matius 28:19) tetapi melayani dengan kasih (Matius 25:31-46). Desa memiliki peranan penting dalam revival. Dr. Iman memberikan contoh kebangkitan rohani di Soe, Kupang, NTT dan Humane, Nias di tahun 1916.