Berita Bethel
Penulis: Pram (09/05/2017)

Mengatasi Rasa Cemas

"Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia” (2 Korintus 2:13).Saat Rasul Paulus tiba di kota Troas,  hatinya merasa tidak tenang karena tidak menjumpai Titus, salah satu muridnya yang sudah lebih dahulu tiba disana untuk memberitakan Injil.  Dalam bahasa  aslinya tidak tenang disini memiliki ar ti ‘tidak relax/santai’  (anesis).

Setiap manusia, seberapapun hebatnya, bisa saja merasa cemas oleh kondisi-kondisi ter tentu. Ada yang cemas karena har ta (Ams. 15:16), ada yang cemas karena telah berbuat dosa (Maz. 38:18), ada yang cemas karena merasa menyesal dalam memutuskan suatu kebijakan (Dan. 5:9), ada yang cemas karena kehilangan sesuatu atau keluarga (Luk. 2:48), bahkan ada yang merasa cemas karena takut dibunuh seperti  Abraham (Kej.  26:7), dan ada banyak orang yang cemas  karena kesulitan hidup (Luk. 12:29). 

Masih banyak alasan  yang  menyebabkan manusia merasa cemas dan kuatir. Demikian juga Paulus merasa tidak tenang dan kuatir, saat Titus tidak dapat ditemui. Paulus kuatir tentang pelayanan Titus dalam memberitakan  Injil. Apakah Titus melayani firman Tuhan dengan baik tanpa motivasi mencari keuntungan?.

Dunia memiliki  banyak strategi untuk mengatasi kecemasan, seperti salah satu tips dari seorang ahli , yaitu: 1) kenali materi yang dicemaskan, 2) berpikir positif, 3) percaya diri, dan 4) All is well. Jika strategi dunia saja bisa berkata “all is well”, apa yang alkitab ajarkan dalam mengatasi kecemasan? :

1. Percaya  akan  rancangan  Tuhan   (Yer.  29:11).  Nabi  Yeremia menerima pesan dari Tuhan untuk menyampaikan kepada tua-tua di antara orang buangan di Babel, bahwa Tuhan akan membebaskan mereka apabila telah genap tujuh puluh tahun dalam masa  pembuangan. Tuhan  memiliki rancangan damai sejahtera bagi semua orang percaya dan bukan rancangan kecelakaan.  Bahkan Dia akan memberikan hari depan yang penuh harapan. Jika kita percaya bahwa Tuhan menyediakan bagi kita hari depan yang penuh harapan, mengapa kita harus kuatir dan cemas?

2. Percaya akan penyertaan Tuhan (Yes. 43:5). Alkitab berisikan banyak pernyataan tentang penyertaan Tuhan. Bahkan Tuhan sendiri memberikan  janji-janji-Nya, bahwa Dia yang sudah menebus kita, akan terus menyer tai kita kemana pun kita pergi, sehingga kita tidak perlu takut dan kuatir.

3. Percaya akan pemeliharaan Tuhan (Luk. 12:29-30). Banyak orang kuatir akan hidupnya, namun orang percaya tidak boleh takut karena Tuhan memelihara anak-anak-Nya. Bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Tuhan, akan mencari kebutuhan makan minum dan menjadi cemas. Tetapi Tuhan melarang kita mempersoalkan  apa yang akan kita makan dan apa yang akan minum, karena Bapa di sorga sungguh menger ti apa yang kita butuhkan.

4. Percaya akan pembelaan Tuhan (Ul. 3:22; Yes.41:13). Dalam kitab Ulangan 3:22, Tuhan memberikan jaminan kepada Yosua  bahwa dia pasti menang dalam perang karena Tuhan  yang berperang. Sedangkan dalam Yesaya 41, Tuhan juga memberi penguatan bagi bangsa Israel untuk tidak kuatir dan takut karena Tuhan sendiri yang akan menolong. Jika kita sudah tahu bahwa Tuhan pasti membela kita, maka tidak ada suatu hal apapun yang perlu kita kuatirkan. [Sumber : R.A.B - Pdm. Dr. Shirley  Lasut/Foto : Istimewa].

Jangan cemas karena Tuhan pemelihara  hidupmu