Berita Bethel
Penulis: Pram (05/06/2017)
Mengalami Kemenangan dalam Pujian Penyembahan

“Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji  TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi  TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” (2 Tawarikh 20:20-21).

Yosafat mengambil keputusan yang benar  dalam merespon rasa  takutnya. “Yosafat   menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.  Ia menyerukan  kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.“ (2 Taw. 20:3). Bukan hanya keputusan  untuk pribadinya sendiri saja, tetapi ia pun mengajak serta memimpin bangsanya untuk mengambil keputusan yang benar.“Dan Yehuda  berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda  untuk mencari TUHAN.”  (ay. 4).

Mereka berdoa dan berpuasa secara nasional, isi doanya pun bisa kita baca dalam perikop ini. Lantas Tuhan  pun menjawab doa mereka lewat Yahaziel dihinggapi Roh Tuhan (ay. 14) dan menyampaikan pesan Tuhan kepada Yosafat dan bangsa Yehuda. “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah  firman  TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan  Allah.“ (ay. 15).

Apa yang kemudian  dilakukan Yosafat dan bangsa Yehuda dalam merespon pesan Tuhan ini ?. Diluar dugaan mereka membentuk kelompok paduan suara untuk memuji Tuhan!. Mereka mengangkat para penyanyi dan pemuji lalu mengutus mereka untuk ditempatkan di barisan depan (ay. 21).

Dan ketika mereka mulai menyanyikan  puji-pujian, terjadilah keajaiban seperti yang dijanjikan Tuhan itu. “Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan  nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah  penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (ay. 22).

Alkitab  tidak mencatat adanya pasukan Yehuda  yang gugur melainkan mencatat tidak satupun musuh yang luput. Dan itu terjadi tanpa mereka perlu bertempur (ay. 23-24). Merekapun kemudian mendapat jarahan yang sangat banyak. Saking banyaknya sampai-sampai mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk mengangkut ternak, barang berharga dan pakaian untuk dibawa pulang. (ay .25).

Lihatlah bagaimana  puji-pujian mendahului kemenangan dan membawa hasil yang luar biasa mengatasi batas logika dan pikiran kita. Yehuda  dibawah pimpinan Yosafat  memperoleh kemenangan besar, dan semua itu dimulai dengan pengambilan keputusan yang benar dan didahului lewat puji-pujian.

Jika anda punya masalah dan pergumulan lakukanlah seperti yang dibuat oleh Yosafat dengan memanjatkan  puji-pujian dan kemuliaan bagi Tuhan. Bernyanyilah dengan penuh sukacita dan iman yang percaya, dan anda bisa mengalami situasi serupa seperti yang mereka alami saat itu. Apakah itu tumpukan masalah, sakit penyakit, krisis keuangan dan sebagainya.

Itu bisa hadir menyerang, tetapi ingatlah bahwa Yesus  sudah mengalahkan semua itu. Yesus  sudah memenangkan pertempuran itu bagi anda dan saya pada saat kebangkitan-Nya. Ada kuasa besar dibalik puji-pujian, dan Alkitab sudah menyatakan bahwa ada Tuhan yang ber tahta/bersemayam di atas puji-pujian. (Maz. 22:4).

Apa yang perlu kita lakukan hanyalah mempercayainya  secara penuh dan mulai memuji-Nya.  Hari ini anda bisa mulai melakukannya.  Berikan puji-pujian kepada Tuhan, nyanyikanlah diser tai iman dan semua itu akan mematahkan masalah apapun yang tengah kita hadapi saat ini.

Bernyanyilah bagi Tuhan, dan anda akan melihat bahwa tidak satupun dari musuh atau masalah yang berpeluang sama sekali untuk meruntuhkan anda.[Sumber : R.A.B-Pdt. Dr. Purim Marbun/Foto : Istimewa].

Masalah kehidupan yang datang kepada kita merupakan saat kondusif untuk membuktikan kasih kita kepada Tuhan