Berita Bethel
Penulis: Pram (17/06/2017)
Merdeka atau Fatamorgana ?

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Galatia 5:1)

Ayat ini memberikan informasi yang jelas bahwa tanpa Kristus kemerdekaan bukan realita hidup  melainkan fatamorgana di padang gurun. Orang harus sadar tidak semua orang dipanggil untuk merdeka oleh Kristus (Gal. 5:13) Jadi mereka yang terpanggil untuk percaya mereka diberi anugerah untuk merdeka. (Yoh. 8:31).

Mereka yang merdeka adalah orang-orang yang menjadi “orang dalam” yakni mereka yang tinggal dalam lingkungan Kristus Inilah yang dilakukan para murid ketika berjumpa dengan Yesus dan menanyakan dimana engkau tinggal? (Yoh. 1:38,39).  Bila pabrik soft drink mengirimkan produksinya ke swalayan maka dihargai dengan Rp 4.500,- ketika tiba di café maka nilai sof drink ini  Rp 7.500,-  bila tiba di hotel berbintang maka harga atau nilai sof drink tersebut menjadi 50 ribu rupiah.

Mengapa berbeda. Rasa sama dari pabrik yang sama?.  Sebab tempat menentukan. Bila kita tinggal bersama Tuhan maka nilai hidup kita akan bertambah seperti kemuliaan-Nya.Daud memiliki kerinduan mendalam untuk tinggal bersama  Tuhan.

Di  Istananya ia memiliki segala kemewahan, penari-penari bisa menghibur 24 jam sehari, penuh kemewahan, hidup di istananya terasa sorga semua komplit, namun ia berkata: satu hal telah ku minta kepada Tuhan, itulah yang ku ingini diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan  menikmati bait-Nya (Maz. 27:4). 

Selanjutanya Pemazmur mencatat: “Siapakah yang boleh menumpang dalam kemahMu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Daftar orang yang terikat dalam kemah dan gunung Tuhan bukanlah orang yang sembarangan melainkan orang yang: 1.

Berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil, mengatakan dengan segenap hati. 2. Tidak menyebar fitnah dengan lidahnya, tidak berbuat jahat terhadap temannya, tidak menimpakan cela terhadap tetangganya.3. Tidak memandang hina orang tersingkir, memuliakan orang yang takut akan Tuhan, berpegang kepada sumpah walaupun rugi. Dan 4. Bukan rentenir, tidak korupsi dan gratifikasi (Maz. 15:1-5).

Etimologi kata merdeka dari bahasa latin dependere yang berarti tergantung. Orang merdeka adalah  orang  yang  bergantung kepada  Kristus sendiri. Agama kepercayaan  nabi  dan  rasul serta deretan orang suci, santa dan santo tidak akan mampu memberikan kemerdekaan sejati, kebergantungan kepada mereka adalah semu belaka sebab mereka juga mati sama seperti manusia yang lain.

Namun Kristus telah memerdekakan  kita dengan pengorbanan-Nya di atas salib sehingga kita benar-benar merdeka dari berbagai hukuman Allah. Paulus dengan jelas mengatakan: Demikian sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus.

Orang yang sungguh di dalam Kristus secara otomatis akan menikmati suasana yang Kristus miliki. Disamping  ia penuh dengan Karunia maka hari-hari hidupnya akan berbuah roh dan dapat dipastikan tidak ada lagi wilayah  iri hati, dosa, kejahatan.[Sumber : R.A.B-Pdt. Timotius  Bakti Sarono, M.Th/Foto : Istimewa].

Pastikan menjadi orang merdeka dengan tinggal di dalam Kristus.