Berita Bethel
Penulis: Pram (20/06/2017)

Pertumbuhan Rohani

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28)

Bagi umat percaya, pertumbuhan merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar lagi. Ada bagian penting dalam kehidupan manusia yang rusak tetapi hal tersebut tidak banyak diketahui, termasuk orang Kristen, yaitu watak. Mungkin kita bertanya, watak bagaimana yang telah rusak? Tidak bisa disangkali bahwa masih banyak dijumpai orang-orang yang berbudi luhur dan mulia.

Lembaga pendidikan di sekolah,  sekolah-sekolah  kepribadian mampu mengembangkan moral umum manusia, yaitu tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berzinah dan tidak melanggar  hukum positif yang lain. Tetapi lembaga-lembaga  tersebut tidak mampu membangun  kembali dan bahkan menumbuhkan watak ilahi yang telah hilang bersama dosa Adam (Rm. 8:28).

Manusia hanya mampu hidup secara manusiawi yang berkencenderungan  duniawi. Anak-anak Allah, memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Bukan saja memiliki moral yang baik, tetapi harus lebih daripada  itu, yaitu berwatak  illahi atau jika meminjam  kalimat Rasut Petrus, berkodrat  illahi (1 Pet. 1:4). Per tanyaanya adalah, bagaimana supaya manusia dapat kembali mengenakan  kodrat ilahi sehingga  mampu berwatak ilahi?

Bagi anak-anak Tuhan, pertumbuhan rohani dalam hal ini watak, hanya bisa terlaksana dengan baik jika mereka telah mengalami kematian yang sejajar dengan lahir baru. Jika seseorang telah mati, maka akan tumbuh sebuah benih baru yaitu benih ilahi yang memungkinkan anak-anak Tuhan tidak bisa lagi berbuat dosa.

Artinya, dengan matinya watak manusiawi yang duniawi, maka anak-anak Allah di mungkinkan  untuk ber tumbuh watak ilahinya. Kelahiran ini memberi kita arah hidup, yaitu “supaya kita menjadi anak-anak Allah” dan Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk menjadi anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya.

Dilahirkan oleh Allah, ini adalah suatu peristiwa besar dalam kehidupan manusia, yang lebih luar biasa dari kelahiran anak manusia secara fisik.Kata dilahirkan dalam teks aslinya adalah egenneetheesan, kata ini dari akar kata gennao, yang dapat dikalimatkan, bahwa kita telah diubah dengan natur yang berbeda dengan natur manusia pada umumnya.

Gereja harus menjadi sarana Tuhan untuk menuntun jemaat kepada pertumbuhan ini. Kita sering menganggap bahwa watak yang kita miliki adalah watak yang tidak perlu diubah, kadang-kadang ada anak-anak Tuhan yang bangga dengan watak masa  lalunya, misalnya sok jagoan, tidak mau mengalah, mau dihormati  dan dianggap menonjol dan penting dan masih banyak lagi.

Pertumbuhan secara rohani adalah pertumbuhan benih ilahi yang Tuhan telah taruh dalam kehidupan setiap individu  (Yoh.  1:12-13), dimana umat pilihan dimungkinkan  memiliki karakter seperti Tuhan atau mengenakan  pribadi Tuhan dalam hidupnya. Untuk proses ini Tuhan bekerja keras melalui Roh-Nya dalam hidup kita, Firman Tuhan (Yoh. 8:31-32) dan segala peristiwa yang Tuhan kehendaki terjadi dalam hidup kita (Rm. 8:28).

Roh Kudus sebagai pemandu, Firman Tuhan sebagai dasarnya. Standar pertumbuhan  rohani kita adalah Kristus sendiri, bukan yang lain. Tidak ada dan memang tidak boleh ada ukuran selain Tuhan Yesus Kristus.  Dia adalah model atau prototipe yang dikehendaki  Allah.

Menjadi seperti Yesus adalah menjadi sama dalam kepribadian-Nya. Kepribadian inilah  yang menjadi dasar seluruh tingkah laku seseorang. Orang Kristen yang telah mengalami kelahiran baru, yaitu orang yang telah memiliki komitmen memilih Yesus bukan dunia ini.

Kita akan gagal menjadi anak Tuhan yang rohani atau berkenan kepada Tuhan kalau kita tidak menyadari bahwa kita telah memiliki status dan keberadaan yang berbeda dengan anak-anak  dunia. Dari sinilah awal mula per tumbuhan rohani kita bisa terjadi. Amin.

Orang Kristen yang telah mengalami  kelahiran baru,yaitu orang yang telah memiliki komitmen memilih Yesus bukan dunia ini. [Sumber : R.A.B-Pdt. Erastus Sabdono/Foto : Ilustrasi].