Berita Bethel
Penulis: Pram (11/07/2017)

BPD Sulutgo - Bethel Care Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) Sulawesi Utara Gorontalo bekerja-sama dengan Bethel Care kembali menggelar Leadership Training dengan pembicara sekaligus motivator Ps Johny Kilapong.MA.CBC.CLS (foto kiri) dari Lembaga Pendidikan Generasi Unggul Kupang NTT yang bertempat  di GBI Jehuda Manado dan akan diikuti pejabat gereja/hamba Tuhan dari kabupaten kota se-Sulut Gorontalo (Rabu, 5/7).

Kegiatan tersebut diisi dengan materi “Basic Management Skill”. Materi ini membahas tentang bagaimana menerapkan sistem pelayanan secara Tim bukan “One Man Show” dengan kata lain bagaimana memimpin diri sendiri, memimpin tim kerja, mengelola dan mengatasi konflik serta penyusun planning yang berdampak bagi pelayanan itu sendiri.

“Leadership training atau pelatihan kepemimpinan ini akan memberikan kemampuan bagi peserta untuk menjawab tantangan dalam pelayanan,” ujar Ketua BPD Pdt Verro Tunas ketika memberikan sambutan singkatnya.

Usai mendengarkan sepatah dua kata dari Ketua BPD, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ps Johny Kilapong. Ia menyampaikan materi “Basic Management Skill”  dengan mengambil cerita perjalanan bangsa Israel yang di pimpin oleh Musa.

Ditemui disela-sela pelatihan, pimpinan pusat Bethel Care (Pdm Yusak Sanggi, STh) ketika diwawancarai awak media mengatakan kegiatan pelatihan ini digelar kembali adalah bertujuan menanamkan kembali nilai kepemimpinan kepada para hamba Tuhan

“Ini kedua kalinya kami menggelar leadership training dengan harapan para peserta dapat menerapkan didalam pelayanan di gereja-gereja masing-masing,” tegas Sanggi

Sekretaris BPD GBI Sulut Gorontalo, Pdt Theol Sunge menambahkan kegiatan ini digelar kembali sebagai ajang menjaga silahtuhrahmi sesama hamba Tuhan GBI yang datang dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara Gorontalo.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan kepemimpinan akan tetapi mengajarkan bagaimana menjadi calon pemimpin yang baik dapat mengatasi problematika dan realita sosial dalam jemaat dan masyarakat.

Beberapa orang peserta memberikan tanggapan yang sempat dihimpun  awak media, salah satu peserta asal Kab Minut Pdt Jeffry Paath mengatakan “Puji Tuhan bisa berpatisipasi dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini, karena memberikan pengertian bahwa sesungguhnya gereja harus bisa membagi masing-masing pelayanan agar tidak terkesan One man show”.

Ditempat yang sama, Pdt Agustaf  Sarlan asal Manado ketika menjawab pertanyaan dari awak media apa diperlukan gereja bekerja secara tim, jawabnya  “Itu memang diperlukan karena jika kita berjalan sendiri nantinya akan alami kecapean (kelelahan, Red), dan harus ada perubahan tidak ada kata terlambat .”

“Dalam ayat kebenaran firman Tuhan seperti dalam kitab keluaran yang sudah disampaikan, Musa tidak akan mampu bergerak sendiri jika tidak ada bantuan dari pada para pembantunya, dan hasil nya Musa membentuk pasukan untuk tujuan memasuki tanah Kanaan,” ujar Pdt Sarlan panggilan akrabnya.

Leadership training ini diikuti peserta yang berjumlah sekitar 100-an hamba Tuhan dari berbagai wilayah di Sulutgo. Peserta nampak antusias sepanjang sesi, termasuk pada sesi tanya jawab. [David Wullur].