Berita Bethel
Penulis: Pram (14/07/2017)
Banjir di India, 50 Orang Tewas

Relawan menggunakan perahu untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir di rumah-rumah mereka, di Kota Chennai, negara bagian Tamil Nadu, Jumat (4/12).Korban tewas akibat banjir dan banjir di Provinsi Assam, India bertambah menjadi 50 orang. Pada Kamis (13/7), jumlah korban tewas bertambah setelah laporan lima orang tewas.

Tim Satuan Tanggap Bencana Nasional India sudah meninjau lokasi di Assam dan Arunachal Pradesh.Setelah mengunjungi Lakhimpur, distrik yang paling parah terkena bencana di Assam, tim tersebut meninjau situasi di desa Laptap, distrik Papum Pare, Arunachal Pradesh. Di sana, 14 orang dilaporkan tewas akibat longsor pada Selasa (11/7).

“Kami telah melihat skala tingkat kerusakan dan penilaian awal telah dilakukan. Pusat akan memberikan semua dukungan setelah laporan penilaian kerusakan awal,” kata Kepala Tim Kiren Rijiju.

Menurut Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Assam, populasi penduduk yang terkena dampak banjir telah mencapai lebih dari 25.000 orang dalam 12 jam terakhir. Ribuan orang terpaksa mengungsi di lebih dari 300 kamp pengungsian.

Dalam pertemuan kajian di New Delhi, menteri Pembangunan Wilayah Timur Laut Jitendra Singh mengatakan dampak kerusakan akibat bencana tahun ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 58 kabupaten telah terdampak banjir dan tanah longsor di Arunachal Pradesh, Assam dan Manipur, dan sejumlah 85 orang meninggal dunia.

Kepala Menteri Assam Sarbananda Sonowal mengatakan Singh telah memanggilnya dan menyatakan keprihatinan atas kerusakan yang disebabkan oleh banjir. “Singh juga menyampaikan belasungkawa dari PM Narendra Modi atas jatuhnya korban jiwa dan harta benda,” katanya.

Sungai Brahmaputra, yang mengalir dari Tiongkok ke India dan kemudian melalui Bangladesh, telah meluluhlantakkan permukiman di tepi sungai setelah curah hujan yang tinggi. Air sungai membanjiri lebih dari 2.500 desa di negara bagian Assam India selama dua minggu terakhir.

Perdana Menteri Narendra Modi telah menyatakan kesedihannya atas penderitaan warga. Sejauh ini, tanah longsor dan banjir bandang telah menewaskan 19 orang di Arunachal Pradesh, termasuk tiga personel Angkatan Udara India dan anak di bawah umur. Banyak kantor pusat pemerintah dan kantor pusat administrasi telah terisolasi dari akses negara bagian lain.[Sumber : suarapembaruan/beritasatu.com].