Berita Bethel
Penulis: Pram (24/07/2017)
Gereja Tanpa Visi = Tanpa Arah & Kelelahan

Sesi pertama Pastors & Leaders Conference 2017 menampilkan pembicara Pdt. Josia Abdisaputra dengan mengemukan pembahasan tentang pentingnya gereja memiliki visi.

Kegiatan ini diadakan Departemen Pengembangan dan Jaringan BPH GBI bertempat di GBI Nafiri Allah, Jakarta-Barat (24-25 Juli 2017).

Gereja musti mempunyai visi. Jika tidak maka gereja akan kelelahan, demikian pokok pikiran Pdt. Josia Abdisaputra ketika membuka pemaparannya.

Ia membagi menjadi 4 hal jika gereja tidak ber-visi yaitu : 1. Tidak ada kemajuan dalam pelayanan, para pengerja dan gembala bisa kelelahan. 2. Munculnya pola pikir menuntut, bukan pola pikir yang memberikan kontribusi.

3. Gereja kan berfokus kepada urusan internal yang identik dengan bagaimana bertahan hidup.Bahkan (gereja) bisa "mati" perlahan dan menyakitkan. 4. Berebut sumber daya yang ada.

Selanjutnya, Pdt. Josia memberikan cara bagaimana menemukan visi buat gereja. Menurut pandangannya, Pertama, gereja (organisasi) harus ada (terbentuk). Kedua, memiliki kreatifitas. Ketiga, jika anda lakukan satu hal saja, apa yang akan anda lakukan.

Keempat, jika anda meninggalkan organisasi anda besok, apa yang anda harapkan akan tetap berlangsung aktifitas pemuridan oleh organisasi itu ?. Kelima, hal apa yang membuat hati anda hancur sehingga anda tidak bisa tidur dan hal itu terus mengusik (hati/pikiran) anda?.

Sementara itu, karakteristik visi disampaikan Pdt. Josia agar memenuhi kriteria antara lain efektif, tidak terlalu panjang, mudah diingat dan di-share-kan, menggugah, "membakar" (jemaat) misalnya saat Kom-Sel dan lain-lain. Bagaimana cara penyampaian visi yang efektif ?.

Pdt Josia mengatakan langkah itu musti sesuai dengan Filipi 3:13-15 "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu".

Langkah praktis dalam menyampaikan visi : 1. Melalui tayangan sederhana via video. 2. Kirimkan video itu kepada jemaat dan pelayan Tuhan. 3. Bagikan video kesaksian untuk rayakan visi tersebut setelah berhasil mengubah kehidupan seseorang. 4. Kotbahkan minimal dua kali dalam setahun.

Mengakhiri pemaparannya, Pdt. Josia mengutip pandangan Winston Churcill "Jika anda lakukan hal-hal yang besar, anda akan menarik orang besar. Jika anda lakukan hal-hal kecil, anda hanya akan menarik orang kecil". Sesi kedua menampilkan nara sumber Ps. Jeffrey Rachmat, pendiri dan gembala sidang JPCC (Jakarta Praise Community Church).

Artikel terkait :

Maju Mundur Gereja Tergantung Pemimpin

Pemimpin Musti Sehat