Berita Bethel
Penulis: Pram (03/08/2017)
BPD Sulawesi Barat : Terima 1 Unit Mobil

Ketua BPD GBI Sulawesi Barat, Pdt. Soleman Pangngi hadir pada acara ibadah ucapan syukur [Giving My Best] GBI REM [Rahmat Emmanuel Ministry] di Hotel Ciputra, Jakarta-Barat [Rabu, 2/8].

Ia hadir guna menerima bantuan satu unit mobil operasional Dhaihatsu Grand Max. Gereja GBI REM digembalakan oleh Ps. Abraham Conrad Supit.Dalam keterangan singkatnya kepada Redaksi, Pdt. Soleman mengatakan terima-kasih kepada GBI REM dan jemaat atas bantuan mobil ini.

Sebelum serah terima, Ps. Edward Supit menyampaikan Firman Tuhan dengan tema "Timing is everything in life" [Waktu adalah segalanya di dalam kehidupan]. Ia mengawali kotbahnya dengan mengutip nats Pengkotbah 3:1 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya".

Lebih lanjut, ia menjabarkan korbahnya menjadi beberapa poins : Pertama,  Life is a rise [kehidupan adalah suatu kenaikan/peningkatan]. "Kapan kita musti bergerak cepat dan kapan bergerak lambat," ujarnya, sembari mengutip nats berikutnya masing-masing I Timotius 6:12 "Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi".

Nats kedua, I Korintus 9:24 9:24 "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!".

Kedua, I need to move slowly [Saya perlu bergerak lambat]. Menurutnya hal itu berarti kapan waktunya untuk perencanaan, berjalan [melangkah], sesuai dengan nats Amsal 14:29 "Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan".

Ia menyayangkan kalau saat ini banyak orang yang mengambil keputusan secara tergesa-gesa sebab hidup ini bukan mainan dan bisa berakibat salah langkah [arah]. Dengan nada heran, ia mengatakan sembari menunjukkan sebuah foto kalau ada satu orang Walikota di salah satu negara Amerika Latin, Honduras yang menikah dengan seekor anak buaya. Dua ayat berikutnya ia kutip dari Yeremia 17:9 dan Amsal 19:2.

Ps. Edward memaparkan data-data bisnis kelas kecil [small business] 85 % tutup dalam waktu 5 tahun. Ia menambahkan, musim buka coffee shop maka orang akan rame-rame buka usaha itu. Namun, tanpa tanya ke pemilik yang sebelumnya telah sukses.

Ia kemudian mengutip nats Yakobus 1:19 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah".

Ketiga, When making a major decision ? [Kapan saatnya membuat sebuah keputusan besar/penting] ?. Menurut pandangan Ps. Edward, dalam pengambilan suatu keputusan, perlu mengambil langkah yaitu berpikir, mempertimbangkan, mendoakan. Dua nats terakhir yang dikutipnya masing-masing Amsal 21:29 dan Amsal 4:26.

Selanjutnya, ia menegaskan tentang perlunya seseorang [percaya] menjaga tubuhnya sebab itu adalah Bait Allah dan milik-Nya. "Kita diberi otoritas untuk mengatur sebaik-baiknya, terhindar dari percabulan, zinah, kurang olah-raga. Intinya kita hanya me-manage [mengatur] hal itu untuk kemuliaan nama Tuhan," katanya.

Perihal generasi yang kuat dan hebat, statemennya ialah doa, membangun hubungan dengan Tuhan Yesus serta didukung dengan fakta yang jelas. "Intelektual berisi demikian juga dengan rohani," pungkasnya.

Sesi berikutnya adalah Perjamuan Kudus yang dilayani Gembala GBI REM, kemudian dilanjutnya dengan penyaluran bantuan kepada pelayanan internal berupa uang tunai dan penyerahan mobil operasional untuk BPD GBI Sul-Bar.