Berita Bethel
Penulis: Pram (25/08/2017)

LAI Musti Siapkan Berbagai Versi Alkitab Digital


Sarahsehan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia), Lembaga Gereja Aras Nasional dan Ketua-Ketua Sinode se-Indonesia digelar di Graha Bethel, Jakarta (Kamis, 24/8).

Tema acara ini "Kemitraan dan Tantangan Pelayanan LAI ke depan. Sementara itu, Dr. Andreas A. Yewango sebagai keynotespeaker pada sesi pertama.Ia mengatakan LAI telah berjasa bagi gereja dan orang Kristen di Indonesia,  karena itu perlu terus ditingkatkan kemitraan antara LAI dan Gereja.

Lebih lanjut, pada sesi kedua, acara diisi dengan panel diskusi. Para nara sumber masing-masing Romo Beny mewakili Katholik, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mewakili Protestan dan Pdt.Dr. I.P Lambe mewakili LAI.

Dalam paparannya,  Pdt Dr. Japarlin Marbun menekankan pentingnya membaca Alkitab untuk pertumbuhan rohani, karena itu perlu dijamin ketersediaan Alkitab, dan penyebaran Alkitab yang merata sampai ke desa-desa.

Alkitab tersebut menurutnya bisa tersedia dalam berbagai versi dan ukuran. Selain itu, ia mengingatkan para peserta perihal tren baru tentang semakin banyaknya pengguna Alkitab digital.

Hal ini disebabkan aplikasi ini mudah di diperoleh, murah harganya,  serta praktis dibawa ke mana pun dalam (wadah) gawai atau gadget. Karena itu,  LAI ditantang untuk juga mempersiapkan berbagai versi Alkitab digital selain Alkitab versi kertas, sehingga Alkitab bisa menjangkau sebanyak mungkin orang.

Pada kesempatan itu, secara simbolis Pdt. Dr. Japarlin Marbun menanda-tangani Piagam Kemitraan dengan LAI mewakili Sinode-Sinode Gereja di Indonesia (foto kanan atas).