Berita Bethel
Penulis: Pram (30/08/2017)

No Black Campaign dan Jangan Terkotak-Kotak

1500 Ketua Pemimpin Daerah (KPD), Ketua Pemimpin Wilayah (KPW), Pengurus Daerah dan para Ketua- Ketua KPA Lokal se-Indonesia dan Timor Leste menghadiri acara Konas XV (Kongres Nasional) DPA BPH GBI di Kinasih Resort, Bogor, Jawa-Barat (29-31 Agustus 2017).

Tema konas ialah "Transform or Die" (Berubah atau Mati). Sesi pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun dengan memukul gong (Selasa, 29 Agustus 2017). Turut serta mendampingi Ketua DPA BPH GBI (Pdt. Timotius Tan), beberapa perwakilan BPH GBI, perwakilan Ketua BPD GBI, pejabat DPA Church of God, Amerika-Serikat (Dr. David Blair).

Ketika menyampaikan sambutan singkatnya, Pdt. Japarlin Marbun memberikan arahan agar DPA merancangkan suatu ibadah yang kreatif dan menarik. Rancangan ini kemudian diaplikasikan di ladang pelayanan dan selanjutnya bisa dijadikan Pilot Project buat gereja-gereja lokal.

"Konas ini merupakah suatu kegembiraan sebab peserta juga dibekali dengan pembekalan untuk kemudian dikembangkan buat pelayanan di gereja masing-masing," katanya.

Ketum menambahkan, di penghujung Konas ini bakal diadakan pemilihan Ketua DPA baru (periode 2017-2021). Ia berpesan agar usai pemilihan, pihak yang menang dan pihak yang kalah musti unity (bersatu). Hal ini mengingat semua anak-anak muda adalah keluarga besar GBI. "Jangan terkotak-kotak seperti partai politik. Ada partai pendukung dan partai oposisi," tegasnya.

Menurut Pdt. Japarlin Marbun, proses regenerasi suatu organisasi adalah wajar serta musti berjalan dengan baik. Berkaitan dengan usia kepengurusan DPA, Ketum BPH menyarankan agar dijabat oleh para anak-anak muda atau paling tidak dibawah usia 40 tahun ke bawah.

Berkaitan dengan pemilihan Ketua DPA baru, dengan serius ia berpesan agar semua pihak menggunakan cara-cara yang elegan dan bukan melalui cara-cara yang tidak rohaniah (duniawi). "Jangan lakukan black campaign (kampanye hitam)," tandasnya.

Ia pun memotivasi peserta agar terus semangat dalam pelayanan. Sebab, contoh nyata telah ada di lapangan. Beberapa posisi Bupati dan pejabat penting Pemerintah adalah jemaat GBI. Sesi selanjutnya adalah pemaparan David Blair, COG.

Penutup sesi pembukaan yakni penyematan simbolis tanda peserta Konas kepada perwakilan dua orang peserta oleh Ketum BPH dan dilanjutkan dengan penyerahan vandel penghargaan sebagai ungkapan syukur dan terima-kasih DPA BPH GBI diwakili Pdt. Timotius Tan kepada Ketua Umum BPH GBI.

Berdasarkan rilis pihak DPA BPH GBI kepada Redaksi, acara Konas akan diisi berbagai Workshop (7 spheres) dan sesi- sesi menarik yang akan disampaikan nara sumber yang mumpuni diantaranya Ketua Departemen Pemuda Church Of God (David Blair), Pdt. Rubin Adi Abraham, Pdt. Gilbert Lumoindong, Pdt. Djohan Handojo, Pdt. Erastus Sabdono, Cameo Project, Simphony Worship Team, SUPERBOOK, Generasi ZERU, Eko Nugroho dari (Dreamlight World), dr. Anggia Hapsari, Imooji.com, Antonius Tanan (Ciputra Entrepreneur School) dan lain-lain.

Sebelum pelaksanaan Kongres Nasional ini, Rakernas IV telah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus sampai 29 Agustus pagi hari. Acara ini khusus untuk para pimpinan nasional ini akan melaporkan pertanggung-jawaban Ketua DPA BPH GBI, Pdt. Timotius Tan dengan masa periode 2013- 2017.

Artikel Terkait : Mau Berubah atau Dipaksa Berubah dan Waspada Politik dalam Gereja !