Berita Bethel
Penulis: Pram (23/09/2017)
Mau Berdampak ?, Jadilah Benar !

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Mazmur 1 : 1-2

Pendahuluan : Banyak orang berkata berdampak adalah memberi warna, memberi pengaruh, memberi manfaat. Siapa yang tidak mau berdampak? semua pasti mau berdampak. Tetapi yang jadi persoalan apakah dampak yang kita berikan itu baik atau kita memberikan dampak yang buruk kepada orang lain, atau bisa dikatakan bahwa kita mendatangkan pengaruh yang buruk.

Baik atau pun buruk pengaruh yang kita berikan, itu tergantung kepada siapa kita. Jika kita benar maka kita memberi pengaruh yang benar, jika kita tidak benar maka kita juga memberikan pengaruh yang tidak benar, manfaat yang tidak benar. Untuk menentukan pengaruh yang kita berikan hanya terletak kepada pilihan kita, apakah kita mau memilih menjadi orang yang benar atau orang yang tidak benar.

Orang benar punya berkat karena orang diberkati oleh sumber berkat, yaitu Allah sendiri sang pemberi berkat. Orang yang benar itu adalah orang – orang yang tidak ada dalam kefasikan, jalan orang berdosa, kumpulan pencemooh. Bagaimana menjadi orang benar, sehingga memberi dampak yang benar?

Yang pertama, kesukaannya adalah Taurat Tuhan. Menjadi orang benar tidak lepas dari kita mencitai akan Taurat Tuhan. Menjadi orang benar tidak lepas dari kita selalu meridukan, menginginkan Taurat Tuhan.

Ilustrasi : Presiden yang ke lima belas Amerika, Abraham Lincon dari ia masih kecil ia sangat senang dengan perkumpulan peribadatan, dan ia sangat senang ke sekolah minggu, sehingga pada waktu dewasa dia berkata bahwa tidak ada buku yang lebih baik dari Alkitab.

Martin Luther berkata bahwa untuk memahami peristiwa dan mendapat makna dari apa yang Alkitab sampaikan, kita harus membacanya sebanyak lima puluh kali.Billy Graham, ia membaca Alkitab sesuai dengan umurnya. Jika ia berumur lima puluh tahun, maka ia pasti membaca Alikitab sebanyak lima puluh kali.

Firman adalah pelita hidup. Fungsi pelita adalah sebagai penerang. Jika kita mau hidup selalu bersinar, memberi dampak, maka kita harus menjaga pelita itu. Bohong, jika orang yang tidak cinta akan Alkitabnya berkata : Aku ini orang benar. Sangat keliru, jika kita dinyatakan orang benar, tetapi kita jarang baca Alkitab.

Penerapan. Orang yang berdampak dan dampak yang ia berikan itu baik, memberikan jalan keluar, memberikan motivasi, memberikan manfaat bagi orang lain, pasti ia mau hidup benar. Dan untuk menjadi orang benar kita harus mencintai, menyukai, merindukan Taurat Tuhan. 

Apakah kita sudah mencintai Taurat Tuhan? Apakah kita cinta terhadap Alkitab kita?  Belajarlah untuk menyukai Taurat Tuhan, Karena dengan kita menyukai Taurat Tuhan, maka kita belajar untuk hidup benar dan pasti kita akan memberi dampak yang benar.

Yang kedua, merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam.Menjadi dampak bagi banyak orang merupakan hasrat yang baik. Untuk berdampak harus menjadi orang benar dan untuk menjadi orang benar renungkan Taurat Tuhan siang dan malam. Pemazmur munuliskan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang merenungkan taurat.

Orang yang benar adalah orang yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. Keterangan waktu siang dan malam menjelaskan bahwa orang yang merenungkan Taurat Tuhan itu dalam kehidupannya tidak membiarkan kesempatan kepada kefasikan ada dalam kehidupannya, karena setiap saat ia selalu mengingat akan taurat Tuhan.

Alkitab merupakan pedoman orang percaya, sehingga pada waktu seseorang mulai melenceng dan mulai jauh dari jalan Tuhan, Firman-Nya mampu menegor kita, supaya kita bisa kembali berjalan dalam koridornya Allah.

Sikap kita harus menunjukan kehidupan orang benar yang bercermin kepada Kristus lewat Firman yang kita renungkan dan kita lakukan membuat kita berdampak dan dampak yang kita berikan adalah dampak yang baik karena kita sudah menjadi orang benar.

Kesimpulan. Kalau kita menjadi orang benar, maka pastilah kita memberikan dampak yang baik, memberikan jalan keluar bagi mereka yang bermasalah, menjadi panutan dalam berkehidupan di masyarakat. 

Cintailah dan renungkanlah Taurat Tuhan, maka setiap apa yang engkau perbuat pasti menghasilkan dampak yang baik, manfaat yang baik, pengaruh yang baik, sehingga dengan kehidupanmu membuat orang berkata “ saya mau menjadi orang benar”.Amin.  Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua. [Sumber : bulawanews.com-Pdp. Christ Balompapueng, M.Th, GBI Jl. Mahena Tahuna, Kel. Bungalawang, Kab. Tahuna, Sulut/Foto : Ilustrasi].