Berita Bethel
Penulis: Pram (28/09/2017)
Panda Hu Chun dan Cai Tao tiba di Taman Safari Indonesia

Sepasang panda yang didatangkan langsung dari Cina baru saja tiba di Indonesia dan akan menjadi penghuni Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Kedua panda bernama Cai Tao dan Hu Chun yang dipinjamkan oleh Cina ini menumpang pesawat selama hampir lima jam dari Bandara Chengdu di China dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis (28/09) pukul 08.50 WIB.

Direktur dan Pemilik Taman Safari Indonesia Jansen Manansang menuturkan pasca kedatangannya, kedua panda ini langsung diboyong ke Taman Safari Indonesia Cisarua untuk menjalani proses karantina selama sebulan, sebagai proses adaptasi dengan lingkungan Indonesia.

Untuk menyesuaikan ekosistem dengan habitat aslinya, Jansen menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan empat habitat -dua di dalam ruangan dan dua di luar ruangan- di fasilitas panda yang terletak setinggi 1.800 meter di atas permukaan laut dengan suhu harian berkisar antara 15-24 derajat celcius.

"Kita harus juga ada rumah sakitnya dan air minum yang bersih, begitu juga kita ada tempat peristirahatan, dan yang jelas makanannya, harus diatur ada bambu. Karena makannya 99% dari bambu, sementara 1%-nya adalah sayur dan buah-buahan," ujar Jansen usai acara penyambutan kedua panda di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (28/09).

Untuk mengamankan ketersediaan makanan, Taman Safari Indonesia sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektar untuk ditanami 63 jenis bambu. Ia menjelaskan dari 63 jenis bambu, 29 jenis di antaranya paling disukai panda tersebut. Sementara 10 jenis di antaranya sudah ada di Indonesia.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Mulyanto menambahkan pihaknya secara berkala akan memantau kondisi kesehatan kedua panda dan memastikan keduanya bisa berkembang biak di Indonesia."Yang jelas kami akan pantau dari gejala klinis, kemudian pengaruh cuaca Indonesia kepada panda seperti apa. Jadi kami akan kirim tenaga untuk mengamati itu semua. 

Sehinga kami harapkan dengan demikian nanti panda ini bisa berkembang biak di Indonesia," jelas Mulyanto.Panda yang dipinjamkan ke Indonesia berjumlah dua ekor, yakni panda jantan Cai Tao dan panda betina Hu Chun. Cai Tao lahir pada 7 Agustus 2010 dengan berat 128 kg, sementara Hu Chun lahir pada 8 September 2010 dengan berat 113 kg.

Cina meminjamkan pasangan panda itu kepada Indonesia selama 10 tahun dan publik bisa melihatnya mulai akhir Oktober 2017.Panda ini akan menjalani cek kesehatan untuk memastikan pengembangbiakkan berjalan lancar

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaja yang juga menyambut kedatangan panda ini menuturkan, keduanya panda ini nantinya akan dikembang-biakkan di Indonesia."Dua panda ini usianya 7 tahun, sekarang sudah remaja karena usia panda paling tua adalah 30 tahun. Kita berharap dalam satu tahun ke depan mereka sudah menikah dan punya anak," ujar Siti Nurbaja.

Jansen menambahkan kedua panda juga akan menjalani pemeriksaan darah dan kontrol air kencing setiap bulannya untuk memastikan kapan waktunya mereka bisa dikawinkan.Lahan seluas 4.800 meter persegi disiapkan sebagai tempat tinggal pasangan panda Cai Tao dan Hu Chun selama di Indonesia. "Penangkaran dipentingkan sekali supaya Indonesia bisa bantu rakyat Cina untuk konservasi panda ini," jelas Jansen.

Kedua panda dikirimkan untuk peminjaman dan pengembangbiakan atau breeding loan yang kesepakatannya diinisiasi pada 2010, saat peringatan hubungan diplomatik Indonesia dengan Cina yang ke-60.

Diplomasi panda.Lebih jauh Siti menjelaskan pengiriman kedua panda ini menandai hubungan bilateral antara Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu tersebut semakin erat. Pasalnya, Indonesia menjadi negara ke-16 yang akan diberikan pinjaman untuk pengembangbiakan panda tersebut.

"Ada 15 negara yang telah dapat kesempatan melalui mekanisme breeding loan dan hari ini kita dipercaya menjadi negara ke-16 yang memperoleh kepercayaan untuk mengembang biakkan giant panda," ujar Siti.

Panda ini akan tinggal di Indonesia selama 10 tahun untuk dikembang-biakkan.Ditambahkan olehnya, kerjasama antarnegara ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik di berbagai bidang, khususnya konservasi satwa.

Jansen menambahkan peminjaman dua panda itu merupakan buah hasil nota kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Cina dan nota kerjasama business to business antara PT. Taman Safari Indonesia dengan China Wildlife Conservation Association (CWCA).

Penandatanganan nota kerjasama tersebut sudah dilakukan pada 1 Agustus 2016, sementara Konservasi satwa Giant Panda telah diinisiasi sejak 2010, saat peringatan hubungan diplomatik Indonesia dengan Cina yang ke-60.

"Breeding loan ini akan akan dilakukan selama 10 tahun. Setelah itu panda dan anak-anaknya dikembalikan ke Cina.Fasilitas panda di Taman Safari Indonesia Cisarua dinamai Rumah Panda Indonesia dan terletak setinggi 1.800 meter di atas permukaan laut. Ekosistem terpadu yang meniru habitat panda raksasa ini di Cina dengan pegunungan yang selalu diselimuti kabut, daerah hutan hujan lebat, serta suhu harian yang berkisar antara 15 - 24 derajat celcius.

"Dengan rancangan bergaya oriental, exhibit bertema budaya tradisional di fasilitas Rumah Panda Indonesia membentang seluas 4.800 meter persegi dan dirancang sebagai penghormatan kepada satwa panda dan warisan budaya dan alam Cina," jelas Jansen.

Fasilitas ini juga dilengkapi area khusus pendidikan dan program penjangkauan, perawatan kesehatan hewan dan penilitan medis, serta persiapan makanan dan pengolahan bambu.[Sumber : bbc.com].