Berita Bethel
Penulis: Pram (29/09/2017)
Presiden Jokowi Minta Generasi Muda Manfaatkan Platform Digital

Kepala Negara meminta para praktisi digital di Tanah Air tidak perlu membuat platform baru untuk menandingi Alibaba atau Google, karena hanya akan buang waktu dan tenaga. Lebih baik memanfaatkan yang ada dengan menggunakan tenaga lokal.

“Manfaatkan saja, pakai saja yang sudah ada, platform global seperti Alibaba, termasuk Google, Facebook, Microsoft,” kata Presiden Jokowi saat membuka acara Indonesia Digital Byte (IDByte) 2017, Kamis (28/9/2017).

Dia menambahkan praktisi digital harus memanfaatkan inovasi-inovasi seperti Alibaba, Amazon, Google, Facebook, Twitter dan lain-lainnya. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan dan memperalat inovasi-inovasi seperti ini, bisa meningkatkan daya saingnya dan pertumbuhan ekonomi.

Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti bangsa ini harus menyerah dan pasrah kepada raksasa-raksasa global di internet. Menurutnya, di ekonomi digital masih ada peluang-peluang yang sangat besar bagi pemain-pemain lokal.

Diakui Presiden Jokowi, ada pepatah bahwa internet memang membuat jarak menjadi tidak berarti, tetapi itu bukan berarti lokasi menjadi tidak penting. Lokasi atau ciri khas lokal itu masih sangat penting dan berperan.

"Orang Amerika tidak akan pernah mengerti artinya ndeso seperti kita mengerti ndeso. Orang Tiongkok juga tidak pernah akan mengerti baper, seperti kita mengerti baper," ujarnya.

Buka Acara Indonesia Digital Byte, Presiden Jokowi Cerita Jualan Rujak Online. Presiden Joko Widodo mendorong generasi muda yang terjun dalam bisnis digital agar membuat sebuah jasa atau produk yang mempunyai ciri khas lokal Indonesia.

“Misalnya, saya dengar ada e-commerce startup yang jualan rujak online dan laku sekali. Sampai ordernya dari seluruh dunia masuk semuanya,” kata Presiden Jokowi saat membuka acara Indonesia Digital Byte (IDByte) 2017, Kamis (28/9/2017).

Selain itu, lanjutnya, pihaknya bisa membantu untuk mengindonesiakan produk internasional seperti Amazon, Microsoft, dan Alibaba. Salah satu contohnya, Alibaba akhirnya berinvestasi dengan membeli saham di Lazada dan Tokopedia.

Menurutnya, untuk sementara waktu, kekuatan Indonesia ada di segmen lokal. Namun, Indonesia sebagai negara besar berbanding lurus dengan luas pasar yang dimiliki.

“Nanti dengan berlalunya waktu, dengan terus berkembangnya perusahaan-perusahaan e-commerce kita, pasti dari regional ujungnya pasti akan go-dlobal,” ujarnya.

Pembukaan acara Indonesia Digital Byte (IDByte) 2017 itu juga dihadiri oleh Mensesneg Pratikno Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Duta Besar Swedia, dan praktisi digital di Indonesia. [Sumber : kabar24.bisnis.com].