Berita Bethel
Penulis: Pram (11/10/2017)
Pelayanan Bukan Hitungan Untung atau Rugi

Guna mendapatkan hasil pelayanan yang betul-betul "mendarat" dan tepat sasaran sesuai dengan perintah Kristus maka diperlukan langkah menghilangkan kalkulasi yakni apa yang saya dapat atau apa untungnya buat gereja saya ?.

Namun, sebaliknya apa untungnya buat Bapa di Sorga [Kerajaan Allah]. Hal itu dilontarkan Pdt. Soeleman Irwan, MA selaku pembicara temu pemimpin gereja di Graha Bethel, Jakarta-Pusat [Rabu, 11/10].

Pelayanan jenis di atas diibaratkan oleh Pdt. Soleman sebagi seorang pelari jarak jauh yang menempuh rute sangat panjang. Untuk itu, diperlukan gereja yang sehat, kuat, tekun, fokus dan tidak mudah menyerah. "Intinya gereja jangan putar-putar saja alias no take action," tegasnya.

Rick Warren yang ia temui secara pribadi mengatakan "Gereja besar atau kecil belum tentu lebih baik. Gereja yang sehat lebih baik". Lebih lanjut, Pdt. Soleman menjabarkan secara ringkas pelayanan yang dikehendaki Yesus yaitu berawal dari Yerusalem.

Pelayanan jenis ini berfokus kepada jemaat berupa pemuridan dengan tujuan terjadi pertumbuhan rohani. Kemudian mendorong jemaat masuk ke komsel-komsel, perintisan cabang-cabang. Yudea bermakna gereja lokal dengan sistem layanan yang sama dengan gereja induk. Terakhir menuju Samaria.

Berbicara soal KIS, Pdt. Soleman menyatakan sejak zaman itu telah ada pelayanan menjangkau secara spesifik kepada macam-macam bangsa seperti Yahudi, helenistik, warga Siprus, Samaria, Ethiopia, Italia [Kornelius], Paulus melayani Yahudi dan Petrus melayani non-Yahudi.