Berita Bethel
Penulis: Pram (17/10/2017)
IMF Sebut Mata Uang Digital Beri Gangguan Besar

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan bahwa sekarang ini merupakan waktu bagi bank sentral dan regulator dunia untuk mulai serius melihat keberadaan mata uang digital. Adapun keberadaan mata uang digital ini perlu diperhatikan karena bisa memberikan gangguan yang besar.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menegaskan, lembaga keuangan global justru mengambil risiko dengan tidak memperhatikan dan memahami produk teknologi keuangan yang baru yang mulai mengguncang layanan keuangan dan sistem pembayaran global. Tentu jangan sampai keberadaan uang digital itu memengaruhi perekonomian dunia.

"Saya berpikir bahwa kita akan mengalami gangguan besar," kata Lagarde, dalam sebuah wawancara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF, di Washington DC, Amerika Serikat, seperti dilansir CNBC, Selasa 17 Oktober 2017.

Ditanya apakah dia setuju dengan komentar CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon bahwa bitcoin adalah kecurangan, Lagarde menegaskan, penting untuk melihat implikasi teknologi yang lebih luas seperti mata uang digital. Tentu jangan sampai hal semacam itu mengganggu sistem pembayaran di suatu negara.

"Saya pikir kita seharusnya sadar tidak mengkategorikan apapun yang berhubungan dengan mata uang digital dalam spekulasi tersebut, seperti skema ponzi. Ini jauh lebih dari itu juga," ungkapnya.

Lagarde tidak mengesampingkan bahwa IMF pada suatu saat bisa mengembangkan kripto-nya sendiri. Dia menunjuk Special Drawing Right (SDR) IMF, sebuah mata uang yang diciptakan IMF untuk dijadikan sebagai aset cadangan internasional, yang dapat menggabungkan teknologi yang serupa dengan kriptocurrencies.

"Apa yang akan kita lihat adalah bagaimana mata uang ini, hak gambar khusus, benar-benar bisa menggunakan teknologinya agar lebih efisien dan lebih murah," tuturnya.[Sumber : metrotvnews.com].