Berita Bethel
Penulis: Pram (26/10/2017)

Waspada, Indonesia Darurat Narkoba !

Diskusi interaktif dalam rangkaian memperingati Sumpah Pemuda dengan tema "Warna Muda Indonesia" digelar Pewarna Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia), pimpinan Yusuf Mujiono (Majalah Gaharu) - Yayasan Komunikasi Indonesia di Jakarta (Kamis, 26/10).

Para nara sumber terdiri dari Pdt. Jefri Tambayong, Ketua Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDN), Soleman Matippanna, seorang pengusaha muda dan kandidat S2 Hukum, dan Sereida Tambunan, anggota DPRD.

Para penanggap terdiri dari pengurus GAMKI dan GMKI. Sementara itu, para hadirin yang hadir dari unsur hamba Tuhan, perwakilan API, rekan-rekan media cetak dan online, perwakilan mahasiswa STT Firdaus dan STT IKAT.

Mengawali pemaparannya, Ketua GMDN menegaskan Indonesia saat ini dalam kondisi "Darurat Narkoba". Kondisi ini menurutnya berdasarkan data-data terkini bahwa sekitar 1,2 juta pecandu narkoba berada di Jakarta.

Sementara itu total pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,9 juta orang, dari total populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa.Bahkan, imbuhnya baru-baru ini pihak berwenang telah memusnahkan narkoba sejumlah 1,4 ton jenis sabu dan 2 juta butir pil ekstasi.

Kasus teranyar adalah penemuan dan penangkapan pil PCC di salah satu kota di wilayah Indonesia yang memberikan efek seperti Flakka di USA alias pecandu bertindak seperti zombie.  

"Tahun 2016, jumlah pengguna narkoba di Indonesia menempati urutan ke-3 di dunia dan di bawah Kolombia. Tahun 2017 naik menjadi peringkat nomor 1," ujarnya prihatin. Selanjutnya, ia mengutip data-data seorang Professor Indonesia bahwa pengguna narkoba di tanah air semakin meluas.

Mereka terdiri dari nelayan, sopir truk, dan seluruh desa-desa ada pengguna narkoba. Bahkan, imbuhnya ada anak (siswi) SMP yang gemar melakukan free sex sembari menggunakan narkoba dan para pacarnya juga pengguna.

Pdt.Jefri mengajak lima orang mantan pecandu, mantan bandar narkoba melantunkan sebuah pujian. Mereka telah selesai menjalani rehabilitasi. Salah satu orang pecandu mengakui dirinya pakai tembakau gorilla karena pengaruh media sosial (instagram). Para kurir yang ia rekrut sebagai tenaga marketing adalah anak-anak siswa SMP.

Lebih lanjut, Soleman menghimbau agar para anak-anak muda memiliki semangat wira-usaha dan menciptakan lapangan kerja baru, bukan hanya bertumpu kepada (mencari) lowongan kerja. Namun, para generasi muda sebelum melakukannya perlu memiliki value pada dirinya.

Ia kemudian memberikan contoh di luar negeri jiwa wira-swasta cukup siknifikan sekitar 10-20 % UMKM, meskipun tidak memerinci di negara mana. "Lulusan sarjana mencapai 1 juta orang, namun 600 ribu menjadi pengangguran," ujarnya.

Nara sumber ketiga yakni Sereida Tambunan yang mengatakan perlunya melestarikan budaya Betawi dalam setiap even (kegiatan). Dengan demikian komunikasi dengan lintas lapisan masyarakat setempat bisa terjalin dengan harmonis. Acara dilanjutkan dengan persembahan pujian dari STT yang hadir dan tanya-jawab.