Berita Bethel
Penulis: Pram (30/10/2017)
Closing KKR Ps. Morris Cerullo : Tuhan Ciptakan Manusia Penuh Perencanaan

Tangerang, Banten – “Para pemuda, bangkit, haleluya!” seruan itu berulang kali diserukan oleh Worship Leader (WL), untuk mengajak generasi muda lebih semangat memuji dan meninggikan nama Tuhan.

Seperti itulah suasana yang terjadi di hari ketiga acara Konferensi Mujizat dengan pembicara utama Ev. Dr. Morris Cerullo, Sabtu (28/10/17) di Christ Catedral, Gading Serpong, Tangerang.

Semangat generasi muda sengaja “dibakar” karena juga bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda. Pagi itu generasi muda secara bersama-sama  juga membacakan Deklarasi Sumpah Pemuda yang menekankan pada tiga poin yaitu bangkitnya generasi muda, terpeliharanya NKRI, Indonesia menjadi sejahtera dan makmur.

Setelah itu, dalam pemaparannya, Ev. Dr. Morris Cerullo mengatakan Tuhan menciptakan manusia bukan dengan kebetulan namun dengan penuh perencanaan. “Tuhan memiliki rencana untuk hidupku. Kita bukan sebuah kecelakaan melainkan kita bisa ada di sini karena Tuhan yang menuntun kita,” kata Morris sambil meminta jemaat mengulang perkataannya sambil menaruh tangan di dada.

“Bukan saudara yang memilih Tuhan, tapi Dia yang memilih saudara,” tambahnya.Lebih jauh, Morris mengatakan manusia perlu memiliki wahyu Tuhan agar bisa memiliki terobosan dalam hidupnya. Untuk memperjelas perkataannya, Morris mengambil kertas dan memggambar sebuah garis. Garis tersebut digambarkan sebagai sebuah hambatan yang menghambat kehidupan manusia.

“Untuk mencapai dan melampaui garis tersebut, kita perlu mendapatkan suatu pengertian yang baru dan menerima pewahyuan. Wahyu adalah otoritas Tuhan dan ketika itu datang saudara akan mendapatkan pengertian yang mustahil,” urai Morris.Konferensi Mujizat ditutup dengan doa dan pengurapan Morris Cerullo.

Untuk diketahui. Selama tiga hari, Kamis-Sabtu (26-28/10/17) Konferensi Mujizat dengaan tema “The Year of Legacy” ini juga didukung rekan-rekan pelayanan Morris diantaranya Ps. Gary Whetstone, Ps. Marc Masson, Ps. Garren Lumoindong, Ps. Andreas Nawawi, Ps. Tony Mulia.Selain itu, tahun 2017 ini kemungkinan akan menjadi kunjungan terakhir Morris Cerullo mengingat usianya sudah mencapai 86 tahun.[R/O-N.L].