Berita Bethel
Penulis: Pram (31/10/2017)
Pemimpin Catalunya Bisa Maju di Pemilu 'Jika Tidak Dipenjara'

Menteri Luar Negeri Spanyol Alfonso Dastis menegaskan bahwa presiden wilayah Catalunya, Carles Puidgdemont hanya dapat mencalonkan diri pada pemilihan umum bulan Desember mendatang, jika dia tidak masuk penjara.Sebelumnya pejabat Spanyol menyatakan akan membidik Puigdemont secara hukum dengan pasal pidana pemberontakan.

Di Barcelona, kota terbesar kawasan itu, berlangsung unjuk rasa besar mendukung persatuan Spanyol menandingi acara serupa dari para pendukung kemerdekaan sebelumnya.Carles Puigdemont dicopot dari jabatan pemimpin Catalunya setelah Madrid menggugurkan status otonomi Catalunya karena menyatakan kemerdekaan.

Pemerintah pusat Spanyol kini telah mengambil alih institusi-institusi di Catalunya.Kejaksaan Spanyol sedang mempersiapkan dakwaan atas Carles Puigdemont dan pejabat Catalunya lain untuk pelanggaran hukum pidana Spanyol.Dakwaan disebut-sebut akan diumumkan Senin (30/10) ini, hari kerja pertama sejak deklarasi kemerdekaan dan aksi balasan Spanyol.Puigdemont menolak untuk mengakui keabsahan perintah dari pemerintah pusat di Madrid yang memberhentikannya dari jabatan pemimpin daerah.

Dastis mengatakan ke Sky News: "Kami tidak menghapuskan otonomi Catalunya. Kami hanya memulihkannya kembali."Dia menambahkan: "Masyarakat mulai meresapi realitas dan mereka akan menyadari bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu tanpa dasar hukum."Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Juan Ignacio Zoido sudah menulis surat kepada aparat polisi di Catalunya agar menyatakan kesetiaan kepada yang disebut sebagai era baru di wilayah itu.

Dia mengingatkan anggota polisi daerah, yang sekarang berada di bawah kendali langsung Madrid, tentang tugas mereka untuk mematuhi perintah dan menjamin "hak dan kebebasan semua orang".Wartawan BBC di ibu kota Madrid, Sarah Rainsford, mengatakan bahwa penahanan Puigdemont kemungkinan akan menimbulkan protes - dan mungkin akan menjadi salah satu alasan mengapa menteri dalam negeri menulis surat itu.

Seorang perwira polisi senior mengatakan ke BBC bahwa mereka telah mematuhi perintah untuk menurunkan foto-foto berbingkai dari pemimpin yang dipecat dari kantor-kantor polisi di seluruh wilayah tersebut.

Indonesia menolak kemerdekaan Catalunya. Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Indonesia tidak mengakui kemerdekaan Catalunya.Dituliskan di akun Twitter Kementerian Luar Negeri: "Indonesia tidak mengakui deklarasi kemerdekaan sepihak oleh Catalunya.""Catalunya adalah bagian integral dari Spanyol. Indonesia tidak akan mengakui kemerdekaan Catalunya."

Belgia akan memberi suaka kepada Puigdemont. Sementara itu menteri Migrasi Belgia Theo Francken mengatakan bahwa Carles Puigdemont dapat diberi perlindungan suaka."Jika Anda melihat situasi saat ini, hukuman penjara dan penindasan dari Madrid dan ancaman ... pertanyaannya jelas apakah orang seperti itu memiliki kesempatan untuk mendapatkan persidangan yang adil," katanya kepada Reuters.

Belgia sendiri dihantui oleh isu perpecahan: kawasan berbahasa Belanda, Vlaams, atau Flander, yang lebih sejahtera dan mayoritas di Belgia, ingin menjadi negara sendiri. Sementara kawasan berbahasa Prancis, wllonia, menentangnya.

Tidak ada tanda-tanda bahwa Puigdemont berusaha meninggalkan Catalunya.Dia awalnya diberitakan akan menghadiri pertandingan sepak bola di Girona, jantung gerakan pro-kemerdekaan. Namun ternyata dia tidak muncul. dalam prtandinga itu, Girona bangkit dari ketinggfalan untuk mengalahkan Real Madrid, 2-1.[Sumber :bbc.com].