Berita Bethel
Penulis: Pram (03/11/2017)
Kepemimpinan Yesus Kristus Mempengaruhi Banyak Orang

Situasi politik dan hukum di tanah air mendapatkan sorotan tajam dari Posma SM Rajagukguk, SH,MA [kiri] sebagai nara sumber di acara Diklat Kebangsaan yang digelar PGLII, PPHKI (Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia), Keluarga Masa Depan Cerah, ELHAM (Lembaga Advokasi Hukum dan HAM)  di Hotel Pitagiri, Jakarta Barat (Jumat, 3/11).

Para nara sumber masing-masing terdiri dari Pdt. Dr. Ronny Mandang, Posma Rajagukguk, SH, Pdt Dr Andreas A Yewangoe, AKBP Roberto Pasaribu dan Albert Aries, SH, MH. Acara akan berakhir besok, Sabtu (4/11).

Posma menilai, meskipun sudah berada di era reformasi namun hukum mengarah "tumpul ke atas, tajam ke bawah". Ia mencontohkan, seorang ibu dituduh mencuri dua batang kayu atau beberapa butir kopi di lahan milik Pemerintah harus mendekam di penjara. Bahkan di bidang pendirian rumah ibadah dan sektor-sektor lain masih ada diskriminasi.

Kondisi itu bisa terjadi, menurut pengamatannya disebabkan oleh Indonesia tidak menganut teori hukum murni, melainkan teori hukum situasional. Menyoal hasil kepemimpinan tertinggi seperti apa, Posma menjelaskan hal itu tercermin dari kehidupan Yesus Kristus.

Ia menjadi pemimpin yang mempengaruhi banyak pihak namun Kristus tidak berada dalam struktur Pemerintahan Romawi [Yahudi] pada waktu itu termasuk di tatanan masyarakat Yahudi. "Karakter keseharian-Nya dan tindakan-Nya mempengaruhi Pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Diakhir pemaparannya, Posma mengharapkan agar diklat ini menjadi sarana untuk mempersiapkan pribadi-pribadi yang taat hukum dan taat konstitusi. "Kita harus memiliki optimisme sebagai anak bangsa yang menginginkan NKRI memiliki masa depan yang semakin konstitusional dan menghormati hukum dan HAM,"pungkasnya. Sebelumnya, sesi pertama tampil Pdt. Dr. Ronny Mandang dengan moderator Hasudungan Manurung, SH, MH dengan tema Kebebasan Beragama di Indonesia.