Berita Bethel
Penulis: Pram (13/11/2017)
Allah Kadangkala Memimpin Dari Belakang

“Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri” (Yesaya 30:21). 

Allah adalah pemimpin umat-Nya dan Firman-Nya adalah kompas atau petunjuk dalam perjalanan (Mzm. 119:105). Namun kita harus membiasakan diri dengan kenyataan bahwa Allah tidak selalu berjalan di depan dalam memimpin perjalanan kita.

 Ia berjanji untuk selalu memimpin kita. Namun kadangkala  Ia  melakukan  pimpinan-Nya dari  belakang  “dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya” entah kamu menganan atau mengiri (Yes. 30;21). 

Yang pasti bagi kita bahwa Tuhan tidak salah memimpin. Ia pasti memimpin kita pada jalan yang benar. Pemazmur berkata: “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya” (Mzm. 23:3).

Dan kita juga tidak perlu takut dan kuatir jika Ia memimpin kita pada jalan berkelok-kelok, tidak rata dan yang tidak kita kenal (Yes. 42:16). Dan metode serta cara Ia memimpin kita juga bervariasi. Ia memimpin dari depan (Yoh. 10:4), tetapi kadangkala Ia memimpin dari belakang (Yes. 30:21).

Memimpin dari belakang, berarti salah satu dari dua hal. Pertama, ada kesulitan di depan dan kita perlu didorong untuk melaluinya. Atau yang kedua, tekad kita untuk maju telah menjadi lemah dan kita telah berhenti melakukan kehendak  Allah.

Lalu Allah mendorong kita, mungkin dengan cara yang sedikit keras supaya kita mau bergerak lagi dan berjalan terus, karena perjalanan kita masih jauh, seperti apa yang Ia ungkapkan bagi hamba-Nya Elia (1 Raj. 19:7).

Dalam pengalaman berjalan bersama Allah, kita harus mengakui bahwa Ia telah banyak memimpin kita dari belakang dari pada dari depan. 

Bila Allah berada di depan kita, Ia dapat dengan mudah kita lihat, sehingga kita tidak perlu memakai iman kita dengan kepercayaan yang hebat, seperti Ia berada di belakang kita. 

Sebab jika Ia berada di belakang kita, maka kita harus bergantung sepenuhnya pada perintah-Nya tanpa harus melihat Dia.

Karena itu, kita lebih banyak berbuat kesalahan dan mudah gagal, saat Allah memimpin kita dari belakang, kecuali iman kita kuat. 

Justru pada kelemahan kita, Allah mengajar  kita agar iman kita kuat. Jika kita benar-benar mempercayai Allah dalam memimpin kita, maka Ia tidak akan pernah memimpin kita untuk melakukan langkah yang salah. 

Tetapi bagaimanapun  juga, Ia kadangkala membiarkan kita mengalami kegelisahan, karena adanya kemungkinan salah melangkah, agar Ia tetap memelihara iman kita pada posisi kita berjuang.

Kegelisahan dan ketakutan yang kita alami karena salah melangkah merupakan pengalaman pahit dan menyakitkan, tetapi itu tidak sebanding dengan malapetaka yang akan kita hadapi jika kita menolak untuk membiarkan Dia memimpin kita. 

Relakanlah Allah memimpin kita. Karena Ia sajalah yang tahu jalan mana yang patut kita tempuh.  Nikmati cara dan metode Ia memimpin. Dari belakangkah, dari sampingkah atau dari depan. 

Biarlah kita berkata seperti Pemazmur: “Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya!.  Dialah yang memimpin kita!” (Mzm. 48:15). [Sumber : R.A.B - Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA/Foto : Istimewa].  Allah tidak akan pernah memimpin kita untuk melakukan langkah yang salah